Edisi Umum

Welcome “Tujuh Belas Agustus”

GOSTAGE.com – Tidak terasa, bangsa kita yang tercinta akan merayakan hari jadinya yang ke..ups…sebentar…kalo tidak salah yang ke-63 tahun… Gema tujuh belasan mulai terasa, terutama di kantor-kantor swasta, instansi pemerintahan, jalan umum dan juga komplek perumahan. Berbagai jenis umbul-umbul merah putih dan hiasan berbentuk merah putih sudah mulai dipancang.

Sebenarnya saya pribadi, sedikit tidak merasa antusias dalam menyambut perayaan hari jadi negeri tercinta ini. Bukannya anti nasionalisme, namun kondisi negeri yang tercipta sekarang sedikit menimbulkan rasa kekecewaan. Untuk menyalahkan pemerintahan yang berjalan sekarang rasanya tidak adil, karena yang menjalankan pemerintahan juga manusia dan manusia pasti tidak luput dari kesalahan. Sepintar-pintarnya seorang pemimpin baik yang berada di level pemerintahan tertinggi maupun level pemerintahan terbawah tetap mempunyai sisi kelemahan. Tokoh-tokoh manusia super yang yang kita kenal dalam cerita dan film seperti Superman, Batman, maupun Gatot Kaca-nya indonesia juga mempunyai titik kelemahan… Jadi sekali lagi, rasanya kurang adil kalau saya harus menyalahkan para pemangku dan penggerak negeri ini.

Hal yang membuat saya kecewa adalah cara para pemimpin dalam mengelola dan menjalankan negeri ini. Sebagai seorang awam, rasanya susah untuk mengeluarkan komentar sebagaimana para politikus maupun komentator-komentator yang mungkin hampir setiap malam bisa kita saksikan di televisi. Tapi bagi saya diskusi-diskusi yang terjadi hanya sebatas diskusi…buktinya, kondisi bangsa kita tetap jalan ditempat. Beberapa individu yang dulu kita kenal menjadi komentator handal dan berkiblat serta mengatasnamakan rakyat setelah diberi tanggung jawab dalam sistem pemerintahan pada akhirnya akan mengikuti sistem yang berlaku. Saya tidak mengerti dan sulit untuk mengerti, dimana letak salahnya. Bagi saya itu lah sistem, sistem bisa membuat semuanya menjadi baik, sistem pula yang bisa membuat semuanya menjadi semakin buruk.

Sekali lagi, bukannya kehilangan rasa nasionalisme. Jika berbicara nasionalisme terus terang dalam diri saya masih ada, sejak duduk di sekolah dasar saya sudah digambleng untuk itu. Dulu saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari anak bangsa. Kegiatan-kegiatan yang berjiwa nasionalisme saya lakoni hingga dibangku es em a. Saya akan begitu bangga manakala bisa menjadi penggerek sang merah putih ketika upacara tujuh belasan, meskipun hanya di tingkat kecamatan misalnya. Saya juga merasa bergetar manakala menyanyikan dan mendengarkan lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Saya pun masih cukup bangga menonton tim kesebalasan kita bertanding melawan tim kesebelasan negara lain meskipun dalam tanding persahabatan, yang bagi masyarakat modern sekarang lebih senang menonton piala dunia, piala liga, dan sejenisnya. Jadi bagi saya, jiwa nasionalisme tersebut masih tumbuh dan melekat dalam diri saya. Yang membuat saya kecewa adalah gaya kepemimpinan bangsa ini yang sepertinya masih terkotak-kotak dengan urusan politik. Secara makro, hal ini berdampak kepada semua lini kehidupan dan ujung-ujungnya semakin menjempit posisi masyarakat lapisan bawah.

Saya coba angkat kondisi yang nyata, setiap akhir minggu saya mengantar istri belanja ke pasar tradisional di sekitar tempat saya tinggal untuk belanja keperluan dapur selama seminggu. Pengamatan saya, dalam waktu dua bulan beberapa harga komoditas dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan, alibi pedagang adalah dipacu kenaikan harga BBM. Untuk berangkat kerja sebelumnya saya memanfaatkan jasa angkutan umum, kemudian terjadilah kenaikan ongkos angkutan sehingga saya paksakan untuk mengambil kredit motor, karena setelah dihitung-hitung antara dana yang saya keluarkan untuk ongkos angkutan umum dengan besaran cicilan per bulan hampir sebanding. Apalagi sekarang harga premium naik sehingga alokasi biaya untuk premium motor pun ikut naik.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, kondisi yang terjadi sekarang juga menyentuh aspek suku bunga perkreditan. Selama membayar cicilan perumahan, baru kali ini saya alami dalam kurun waktu dua bulan (yaitu bulan Juni sampai bulan Agustus 2008) suku bunga kredit perumahan mengalami kenaikan sampai dua kali masing-masing 10 poin dan 5 poin. Alibi pihak bank pun kembali alih-alih karena masalah penyesuaian dengan kondisi yang terjadi. Ini baru tiga contoh yang membuat saya kecewa namun harus menerima dengan lapang dada.

Kondisi ini menurut saya dirasakan juga oleh masyarakat kita. Belum lagi dampak kepada perilaku sosial. Saya kadang-kadang merasa ngeri dan gamang ketika menyaksikan liputan beberapa program kriminalitas yang ditayangkan setiap hampir di semua stasiun televisi. Saya hanya mengelus dada, sebegitu panasnya kehidupan yang terjadi sekarang dan yang akan kita hadapi ke depan. Oleh karenanya, pemerintah seharusnya bisa menyadari bahwa ketidaktepatan dalam menjalankan sistem di negeri ini akan menjadi lingkaran bagi seluruh sub sistem yang berada didalamnya.

Kembali ke topik awal, tujuh belasan, sepertinya tetap akan menjadi perayaan rutin oleh semua lapisan masyarakat, apapun kondisi yang tercipta di negeri ini. Seperti juga yang terjadi di komplek perumahan tempat saya tinggal di kawasan Cibubur. Sebagai sebuah komplek perumahan baru dan cluster baru, kegiatan tujuh belasan dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk mulai membangun dan menyatukan warga komplek dan sebagai ajang keakraban sekaligus dalam menyusun langkah ke depan. Rasa kebersamaan sebagai warga komplek baru mendorong saya untuk tetap antusias dalam menyambut perayaan tujuh belasan tahun ini.

Akhirnya, biarkan lah perayaan tujuh belasan tetap menjadi rutinitas bangsa ini setiap tahunnya sebagai ajang pemersatu masyarakat pada kondisi kelas dan kelompoknya masing-masing…. Welcome tujuh belas agustus…..

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

One thought on “Welcome “Tujuh Belas Agustus”

  1. Kita siapkan sekarang hari kemerdekan !!
    “MERDEKA”

    Posted by Tutorial Joomla | 11 August 2008, 3:44 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: