Edisi Umum

Hanya dengan Uang Tiga Ratus Ribu Rupiah Keperawanan bisa Disulap Kembali

GOSTAGE.com  – Baru saja kontroversi mengenai Maria Ozawa alias Miyabi meredup dari isi pemberitaan di surat kabar, tabloid dan media televisi, sekarang muncul lagi satu pemberitaan yang tidak kalah hangat, yaitu berita tentang alat yang diberi nama Artificial Virginity Hymen (AVH). Ada dua persamaan mendasar antara Miyabi dan AVH, yakni sama-sama berhubungan dengan seputar sex dan sama-sama berasal dari Jepang. Bedanya, Miyabi adalah sosok bernyawa, sedangkan AVH adalah alat yang tidak bernyawa namun bisa memberikan “nyawa” buat kaum wanita. Lha…kok bisa begitu? Betul sekali, karena AVH adalah alat yang bisa mengkondisikan kaum perempuan yang (maaf) tidak perawan menjadi perawan kembali. Whaaaat!!!!!

Jangan terlampau kaget dulu. Sebenarnya tidak ada kaitannya antara Miyabi dengan alat ini. Namun demikian, seperti halnya Miyabi, keberadaan alat ini yang sudah masuk ke Indonesia mulai menuai kontroversi. Artificial Virginity Hymen ini merupakan alat yang memiliki fungsi seperti hymen. Alat tersebut dirancang khusus untuk mengelabui pria dan bisa mengeluarkan cairan berwarna merah yang menyerupai darah saat sedang berhubungan seks. Sehingga bisa menimbulkan kesan masih perawan. Harganya pun ternyata cukup terjangkau. Dalam situs resmi asal alat ini diproduksi disebutkan bahwa harganya sekitar tiga puluh dollar. Dan jika kita masuk ke situs resmi produsen alat ini sangat jelas bunyi promosi bahkan cara pemasangan alat ini. Walah…ternyata keperawanan bisa disulap hanya dengan uang sekitar tiga ratus ribu perak.

Saya tidak ingin memperpanjang kupasan mengenai alat ini karena bisa dengan mudah dicari dan dibaca di internet. Yang terpikirkan oleh saya adalah sebegitu murahnya jalan (pintas) yang bisa ditempuh seseorang demi menyelamatkan jati diri aslinya. Sekali lagi, hanya dengan uang sekitar tiga ratus ribu rupiah proses “penyelamatan” ke arah yang negatif ini terakomodir. Mengapa saya katakan sebagai proses “penyelamatan” ke arah negatif. Dari arti dan tujuan alat itu sendiri sudah sangat amat jelas, yakni alat pemalsu keperawanan, memalsukan selaput dara. Artinya, seseorang (dalam hal ini pastinya kaum perempuan) yang kemudian memesan atau membeli alat ini dengan secara sadar mengaminkan bahwa ia sebenarnya ingin melakukan “penyelamatan” atas kondisi yang sudah terjadi padanya kepada seseorang atau pihak lain. Seseorang atau pihak lain ini tentunya kaum laki-laki.

Berbagai alasan mungkin akan muncul kenapa seseorang sampai melakukan hal diatas. Namun karena ini berhubungan dengan kesucian, dalam bayangan saya alasan yang mungkin umum akan terlontarkan adalah malu kepada calon suami atau tidak mau calon suaminya tahu kalau dia sebenarnya sudah tidak perawan lagi. Bisa saja alasan tersebut akan membuat iba dan diiyakan oleh yang lain misalnya pihak keluarga (meskipun kebenaran asumsi ini belum terbukti) manakala ketidakperawanan seseorang itu disebabkan karena suatu kecelakaan yang tidak dia dan keluarganya inginkan, seperti karena kasus pemerkosaan. Bisa juga alasan tersebut disengaja karena ingin menutupi suatu kondisi akibat  kebebasan prilaku yang sudah ia perbuat. Lalu sebenarnya apa yang hendak dituju? Kepuasan atas adanya pengakuan-kah bahwa dirinya ternyata bisa diketahui masih suci? atau ketenangan bathin?

Untuk menjawab hal tersebut menurut saya mari kita kembalikan kepada masing-masing individu dalam memandang hakekat sebuah kesucian. Kata ini suka atau tidak suka ternyata masih menjadi bahan yang diperbincangkan sebagai suatu tolok ukur kenormalan dalam keputusan untuk melangsungkan sebuah hubungan ke arah yang lebih serius. Memang suatu kupasan yang sangat amat sensitif untuk diperbincangkan, karena sangat bersifat pribadi dan banyak menggunakan parameter. Ada yang menggunakan parameter agama, adat istiadat, citra keluarga dan juga harga diri. Kita ambil contoh satu parameter agama misalnya, saya kira semua agama sepakat bahwa menjaga kesucian itu adalah hal yang utama dan harus dilakukan oleh setiap individu. Berbagai dalil atau ayat yang menjelaskan hukum sebab akibatnya juga sudah tertuang dengan jelas.

Berkaca dari itu, hal yang kemudian sangat mendasar adalah bagaimana setiap individu berkeinginan untuk jujur. Jujur pada diri sendiri maupun jujur kepada orang lain. Harus diakui bahwa sangat sulit untuk menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari, apalagi jujur yang dimaksud adalah berhubungan dengan kesucian. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan, misalnya saja kekhawatiran akan diremehkan dan dianggap aib oleh keluarga atau dihinakan dan menjadi bahan omongan orang terkadang mendorong seseorang untuk menutupi kejujuran ini. Tapi itulah kondisi dan tipikal masyarakat kita dan kita tidak bisa menyalahkan dan tidak bisa mengubah tatanan yang sudah terbentuk. Pada akhirnya semua kembali kepada masing-masing individu.

Dan sulitnya lagi, di jaman yang modern dan serba maju seperti sekarang ini, apapun bisa diperbuat dan dibeli. Kesucian atau keperawanan-pun bisa dibeli. Mau bukti?  ya itu tadi, hanya dengan uang sekitar tiga ratus ribu rupiah kesucian bisa disulap kembali.

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

8 thoughts on “Hanya dengan Uang Tiga Ratus Ribu Rupiah Keperawanan bisa Disulap Kembali

  1. heheh………senangnya blue masih sedikit perjaka hahahha…..jadi kagk usah ngeluarin uang
    salam hangat sellau

    300 ribu buat blue aza

    Posted by bluethunderheart | 22 October 2009, 5:41 pm
  2. ^

    Keperjakaan laki-laki memang tak bisa dibuktikan.. hehehe:mrgreen:

    Setuju, memang kembali ke dirinya sendiri sih mau jujur atau tidak. tapi tekanan keluarga dan masyarakat yang mengunder-estimate yang sudah tidak perawan, juga lumayan mempengaruhi. kadang mereka yang rapuh lebih memilih menipu diri sendiri dan orang lain agar mereka masih ‘diterima’.. heheh.. just my opinion🙂

    *salam kenal*

    Posted by Mizzy | 23 October 2009, 12:51 pm
  3. Berarti para pria harus ingat untuk segera membawa bercak darah ‘keperawanan’ setelah malam pertama, ke laboratorium untuk diperiksa, darah beneran apa bukan.

    Posted by Yella Ojrak | 26 October 2009, 2:49 am
    • “Hahaha….. ide yg masuk akal tapi lumayan niat….. tapi ini warning juga buat para perempuan yg memakai… Mr. Boyke sdh me-warning, meskipun kandungan zat yg ada dlm AVH tersebut digaransi oleh produsennya gak punya efek samping, hati-hati dan belum tentu bgt… yaa…logikanya gini aja… zat asing dimasukin di saluran “….”, terus pecah di dalam, ke gesek-gesek, trus masup ruang rahim…. apa gak ngeri yaaa?…. peluang terkecil adalah penyakit kanker…. (hu aaaa… peluang terkecil….) peluang terbesarnya apa yaaa???? iiiih…ngeri ah ngebayanginnya……”

      Posted by zasmiarel | 26 October 2009, 9:09 am
    • hi ! yella …jgn ,,,ah ….jgn…..biarin je

      Posted by palanuk | 19 November 2009, 5:17 pm
  4. bisa…..ah….ah

    Posted by palanuk | 19 November 2009, 5:14 pm
  5. ikut nimbrung nih, kali aja ada manfaatnya.
    saya ada produk yang aman untuk membantu ‘merepair vagina’ , monggo mampir di http://perawanrapetwangi.blogspot.com

    Posted by Tiknan Tasmaun | 7 January 2010, 8:49 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: