Edisi Umum

Bintang Kebanggaan

GOSTAGE.com – Papa… dede dapat bintang!!! Itulah teriakan si kecil ketika melihat saya memasuki rumah sepulang dari kantor. Biar pun kondisi masih penat dan capek, saya harus merespon. Waaah…anak papa hebaaat, dapat bintangnya berapa?? Niih… ada satuuuu….duaaaa…. tigaaaa…….. ada tiga papa…. jelas si kecil sambil mengajukan punggung kedua tangannya. Waaaah hebaaaat, memang dede bisa apa kok dapat bintangnya banyak bangat? Saya balik bertanya. Mmm… dede bisa baca Al Fatehah, teruus bisa baca doaaa, teruus bisa baca iqraaa… a… ba… ta… tsa… ja… ha… ho… begituuuu. Wuiiiih, pokoknya anak papa hebat dan pintar. Lalu saya berikan pelukan dan ciuman sebelum kemudian minta izin ke si kecil untuk ganti pakaian.

Begitulah kira-kira ekspresi si kecil ketika menunjukkan bintang yan diperolehnya dari ibu guru di sekolah. Ekspresi lucu dari seorang anak yang baru berusia dua setengah tahun. Mmm… waktu memang cepat sekali berlalu, tidak terasa si kecil kami sudah menginjak usia dua setengah tahun. Sekitar tiga bulan lalu kami memutuskan untuk mendaftarkannya pada taman bermain islam yang ada di sekitar komplek perumahan tempat kami tinggal. Yang mendaftar pun ternyata kebanyakan adalah anak-anak dari komplek perumahan kami juga.

Biarpun usianya terbilang masih batita dan paling muda diantara teman sekelasnya, namun kami mempunyai alasan yang kuat, utamanya agar si kecil mengenal arti bersosialisasi dan bertoleransi dari usia dini. Sebelum mendaftarkannya, yang pertama kami lakukan adalah menanyakan kepada si kecil apakah dia memang mau sekolah. Pertanyaan tersebut kami sampaikan pada tiga waktu yang berbeda. Dan setiap kali bertanya, si kecil menjawab dengan antusias bahwa ia ingin bersekolah. Namun  sebagai orang tua kami sadar dan membatasi diri untuk tidak terlalu memaksakan, maklum anak se usia itu masih susah ditebak. Hari ini mungkin bilang mau, besok lain lagi. Yang penting kami tetap berupaya menghargai dan merespon keinginannya tersebut dengan kalimat “kita coba dulu”.

Pertama kali datang mendaftar sebenarnya kelasnya sudah penuh. Satu kelas hanya menerima untuk tujuh sampai delapan anak. Waktu itu si kecil diantar oleh neneknya. Dengan sedikit rayuan si nenek, akhirnya si kecil kami pun bisa diterima dan bersekolah untuk kali pertama. Jadwal sekolahnya tiga kali dalam seminggu. Karena kami kerja, jika berangkat ke sekolah si kecil diantar dan ditemani oleh neneknya. Kadang ada perasaan bersalah juga, kenapa kami sebagai orang tuanya tidak bisa mengantar dan menungguinya. Beruntung si kecil tidak terlalu mempersoalkan masalah itu. Tapi dari pihak kami tak lupa senantiasa memberi pengertian bahwa orang tuanya kerja juga untuk si kecil. Lalu bagaimana asal muasal cerita tentang “bintang” di atas.

Para guru yang mendidik di taman bermain tersebut mempunyai cara tersendiri dalam memberikan penghargaan kepada anak didiknya, yaitu dengan pemberian cap bintang di punggung tangan. Penghargaan ini diberikan tentunya bagi murid yang bisa dan berani mengerjakan apa yang diperintahkan. Pada hari pertama bersekolah si kecil kami mendapatkan satu bintang, karena bisa menirukan menyebut angka nol. Dengan bangganya bintang tersebut dia tunjukkan ke saya. Waktu itu saya meresponnya dengan bersemangat dan menyatakan kalau dia hebat.

Pernah suatu ketika si kecil menunjukkan bintang yang diperolehnya dengan meloncat dan menari. Saya pun meresponnya dengan mengikuti gerakan dia sambil bertepuk tangan dan berteriak hore. Ternyata respon yang saya berikan dengan sangat ekspresif tersebut mungkin membekas dalam benaknya. Mungkin dia juga melihat ternyata orang tuanya juga ikut senang atas bintang yang diperolehnya.

Sejak saat itu setiap dapat bintang dia akan menunjukkan kepada kami dan dengan bangganya akan menceritakan mengapa ia bisa dapat bintang tersebut. Bintang kebanggaan bagi dia dan kebanggaan juga bagi kami.

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

2 thoughts on “Bintang Kebanggaan

  1. selamat malam
    salamkan salam hangat blue untuk sekeluarga abang disana
    salam hangat selalu

    Posted by bluethunderheart | 2 November 2009, 11:34 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: