GO-STAGE.com – HYDE sukses tampil memukau di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Sabtu, 1 November 2025. Seperti janjinya saat jumpa pers, HYDE berhasil menyuguhkan aksi panggung terbaiknya di hadapan penggemarnya, sebuah suguhan konser yang intens, imersif dan penuh energi, dibawa produksi panggung yang sinematik, tata visual yang menghentak, serta permainan band yang presisi.

HYDE adalah sebutan dari penyanyi asal Jepang, Hideto Takarai, yang dikenal juga sebagai vokalis band legendaris L’Arc-En-Ciel. Penampilannya lewat konser bertajuk “HYDE (Inside) Live 2025 World Tour” malam itu menjadi penampilan perdananya di Indonesia setelah terakhir kali datang pada tahun 2012.

Malam itu, panggung HYDE disulap sinematik dengan nuansa panggung disulap kental dengan nuansa gelap dengan balutan warna hitam dan merah. Di atas panggung HYDE meletakkan sebuah peti mati berukuran besar dengan posisi berdiri sebagai simbol dramatis. Tampilan HYDE dan personil band lainnya juga tampil dengan kostum yang tematik dan aksi panggung yang teatrikal.

Konser dibuka dengan Inside Head sebagai prolog atmosferik sebelum HYDE menggeber rangkaian hits yang merentang dari karya terbaru hingga nomor-nomor favorit penggemar. Koreografi cahaya, tata suara yang tebal, serta visual futuristik memperkuat narasi album INSIDE dan karakter panggung HYDE.

HYDE memulai penampilannya dengan lagu “Let It Out”. Kemunculan HYDE dari dalam peti mati besar di atas panggung sontak disambut sorak riuh penonton. Tanpa jeda dan seolah tidak mau memebua eforia penonton terputus HYDE langsung membawakan lagu “After Light”, “I Got 666”, “Defeat” hingga “Taking Them Down”.

Pada bagian berikutnya HYDE membawakan dua lagu berbahasa Jepang, yakni “Tokoshie” yang diawali dengan permainan solo dari pemain keyboardnya, kemudian dilanjutkan dengan lagu “Mugen” yang membuat penonton ikut bernyanyi bersama. Kedua lagu tersebut sangat membakar eforia penonton ditambah lagi dengan lagu berikutnya, giliran “Faint” dari Linkin Park semakin membuat eforia penonton semakin menjadi-jadi.

Setelah puas menggebrak penonton lewat lagu “Faint” pada segmen berikutnya HYDE menyapa penonton dengan beberapa kalimat singkat dalam bahasa Indonesia. Aksinya ini mengundang kelucuan dan disambut gelak tawa penonton. Dari sapaan yang mengandung kelucuan tiba-tiba HYDE meminta penonton untuk sedikit duduk dan rileks. HYDE rupanya menyiapkan aba-aba untuk aksi berikutnya lewat lagu “6or9”.

Aksinya berlanjut dengan lagu “Mad Qualia”, “Social Virus”, dan “Midnight Celebration II”. Pada saat membawakan “Social Virus” HYDE mengajak penonton untuk moshing di area festival. Ajakan itu praktis membuat terjadinya moshing kecil-kecilan di area tengah festival.

Saat jumpa pers HYDE menyampaikan bahwa lagu “Last Song” akan menjadi momen spesial yang akan dibawakannya. Sesuai janjinya, malam itu lagu tersebut memang terasa sangat spesial. Diawali dengan bernyanyi sambil tiduran HYDE merendahkan nada suaranya dan menyanyi dengan lembut. Suasana semakin syahdu tatkala penonton menyalakan flashlight kamera tanpa dikomando.

Usai “Last Song”, HYDE sempat menghilang dari panggung. Namun sorakan “We want more! We want more!” dari para Hydeist tak kunjung surut. Cukup lama suasana panggung kosong tanpa aktifitas lalu muncul drummer HYDE ke atas panggung membuat aksi untuk mencairkan suasana. Aksinya ini kemudian dilanjutkan dengan permainan solo drum.

Setelah aksi solo drum dari sang drummer yang cukup memukau, giliran sang gitaris unjuk gigi mempertontonkan kepiawaiannya. Bukan hanya kepiawaian dalam bermain gitar saja yang ditunjukkannya, sang gitaris juga memberikan kejutan dengan memainkan penggalan awal lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Aksinya ini sontak disambut penonton dengan turut menyanyikan syair-nya.

Beberapa saat kemudian, suasana Tennis Indoor pecah, HYDE tiba-tiba muncul dari area tribun penonton, memicu teriakan histeris yang kian menggema. Ia lalu menghentak kembali dengan “Pandora” sambil membawa water gun, menyemprotkan air ke arah penonton Festival (Cat 1) di bawah dan sesekali ke arah tribun. HYDE berjalan mengitari area tribun, berinteraksi dekat dengan penonton, momen ini membuat para Hydeist semakin histeris, berebut menyapa dan ingin bersalaman dengan sang Bintang, sebuah surprise show yang mempertebal euforia malam minggu yang bergelora sepanjang konser.

HYDE melanjutkan kejutan berikutnya yakni dengan membawakan lagu “Honey”. Lagu yang dibawakan HYDE barsama L’Arc-en-Ciel ini sepertinya salah satu lagu yang dinanti-nanti oleh penonton. Begitu ia membawakan bagian depan penonton sontak berteriak dan sepertinya sudah tahu kalau lagu yang akan dibawakan tersebut adalah lagu yang mereka nantikan.

Dengan alur pertunjukan yang padat dan nyaris tanpa henti, konser bergerak seperti gelombang, terangkat oleh lighting dinamis serta transisi visual yang rapih dan sinkron. Keintiman tercipta saat HYDE menyapa lokal, dan mengungkapkan “saya suka rendang!, I ate Rendang, itu enak sekali, I want more Rendang”, lalu menghadirkan kejutan dari area tribun saat encore konser yang meminta HYDE untuk tampil kembali. Euforia pun memuncak: Hydeist menyambut tiap hentakan lagu dengan joget liar, beberapa area memanas jadi mosh pit yang tertib namun penuh energi.

HYDE memanjakan para penggemar dengan 18 lagu yang membangun emosi dari awal hingga akhir. Momen puncak terjadi saat HYDE menuntaskan penampilannya dengan membawakan dua lagu penutup, yakni “Glamorous Sky” dan “Sex Blood Rock N’ Roll”. HYDE kemudian benar-benar menutup konser dan mengucapkan, “I Love You Jakarta! Saya Cinta Kalian, Jakarta Luar Biasa!”, disambut koor ribuan penonton yang memadati venue.

Berikut Daftar Lagu HYDE [INSIDE] LIVE 2025 WORLD TOUR IN JAKARTA:

Opening – Inside Head

  1. Let it Out
  2. After Light
  3. I Got 666
  4. Defeat
  5. Countdown
  6. Taking Them Down
  7. Tokoshie
  8. Mugen
  9. Faint
  10. 6or9
  11. Mad Qualia
  12. Social Virus
  13. Midnight
  14. Last Song
  15. Pandora
  16. Honey
  17. Glamorous Sky
  18. Sex Blood Rock N’ Roll

Kehadiran HYDE di Jakarta menegaskan daya tariknya sebagai performer kelas dunia: suara prima, energi panggung meledak, dan pengemasan artistik yang konsisten. Rangkaian lagu yang tertata apik menjembatani karya terbaru dengan repertoar yang membentuk perjalanan musikalnya—memberi ruang bagi nostalgia sekaligus eksplorasi bunyi yang lebih gelap dan modern.

Acara ini dipromotori oleh Sound Rhythm & Mataloka, yang menghadirkan pengalaman konser berstandar internasional dengan manajemen arus penonton, kualitas audio, dan visual yang terjaga sejak pintu dibuka hingga lampu panggung padam. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh partner dan media yang telah mendukung penyelenggaraan konser ini di Jakarta.

(Naskah/Photo: Zasmi Arel)