Edisi Music, Music News

104 Line Up Synchronize Festival 2016

Print

GO-STAGE.com – Rencana pelaksanaan Synchronize Festival kian mantab. Label rekaman independen terbesar di Indonesia, demajors, kembali mengumumkan new line up band-band yang akan tampil pada acara yang akan di gelar pada tanggal 28, 29, 30 Oktober 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta. Berikut ini secara lengkap 60 line up band-band yang akan tampil tersebut.

The Authentics
Band ska revivalist asal Jakarta yang kerap mencampurkan unsur-unsur swing, jazz, soul dan R&B dalam karya mereka. Twitter: @the_authentics.

Besok Bubar
Band pengusung Seattle-Sound/Grunge yang menjadikan kota asal mereka, Jakarta, sebagai sumber inspirasi terbesar dalam berkarya. Besok Bubar menyebut aksi panggung mereka yang membakar sebagai ‘ritual transfer energi’. Twitter: @BesokBubarMusic.

Monkey Boots
Unit pengusung rocksteady dan ska asal Jakarta yang telah berdiri dari tahun 2010. Mereka sempat menjadi 10 besar di London International Ska Festival di tahun 2012 melalui single “Tundukkan Hatimu”. Twitter: @monkeybootsjkt.

Kelompok Penerbang Roket
Trio rock yang terinspirasi dari keberingasan band-band Indonesia era AKA, Duo Kribo hingga Panbers. Selalu menarik menyaksikan mereka secara langsung, karena kemampuan mereka membakar energi para penonton lewat penampilan yang sangat atraktif. Twitter: @PenerbangRoket.

Barasuara
Dengan formasi bak super-group, Barasuara merupakan salah satu band live terbaik saat ini. Perpaduan berbagai macam genre yang harmonis ditambah lirik bahasa Indonesia yang puitis menjadikannya primadona baru lintas komunitas. Twitter: @BARASUARA.

Sweet As Revenge
Salah satu perwakilan dari pengusung Screamo. Dengan barisan fans garis keras dibelakangnya, mereka tak pernah peduli dengan trend musik yang tengah berlangsung dan tetap kukuh pada core yang mereka percayai. Twitter: @sweetasrevenge.

Ras Muhamad
Duta Reggae Indonesia. Memikat para penggemar musik Jamaika di Indonesia dan luar negeri dengan irama dancehall yang kental dan lirik bersemangat yang penuh kuasa. Twitter: @RasMuhamadRI.

Teenage Death Star
Enggan disebut sebagai super-group, ugal-ugalan dalam aksi panggung, dan mengusung etos “skill is dead” malah membuat orang-orang menanggapi mereka. Walaupun bagi sebagian besar penggemar musik band ini hanya dianggap sebagai mitos belaka. Twitter: @teenagedeathstr.

Payung Teduh
Berawal dari sebuah komunitas teater di sebuah perguruan tinggi kawasan Depok, mereka mampu menembus pasar yang lebih luas berkat karya-karya mereka yang meneduhkan industri musik Indonesia yang sering kali kering kepanasan. Twitter: @payungteduh

Superglad
Satu dari sedikit band era 2000-an awal yang masih bertahan hingga kini dan tetap terus stabil dalam berkarya. Nakal, nyeleneh dan ajaib. Twitter: @superglad_band.

Dead Vertical
Para penggerinda asal ibukota dengan musik yang agresif, brutal dan padat. Siap menggempur para penonton pertunjukan hingga gendang telinga meledak dan senyum puas tersungging. Twitter: @DEADVERTICAL.

Deadsquad
Pengusung technical death metal terdepan di Indonesia dengan kekhasan pada perpaduan teknik old school dan new school. Twitter: @DEADSQUAD_band

Blackteeth
Punk rocker ugal-ugalan dengan lirik yang jauh dari norma yang berlaku. Twitter: @blackteethindo.

Scaller
Duo pengusung indie-rock yang tengah mencuri perhatian anak muda di Indonesia karena perpaduan unik yang mereka berikan dalam ritme, vokal, serta energi musik mereka. Twitter: @SCALLER_ID.

Sova
Hasil dari pertemanan pada saat di Berklee College of Music, Boston, duo Andezzz dan Lawrence menawarkan perpaduan dari musik downtempo, deep soul dan jazz. Twitter: @sova_music.

Begundal Lowokwaru
Mereka adalah pendobrak tradisi monoton dari kota Malang. Mengusung esensi street punk, mengangkat tema dari mabuk alkohol hingga politik. Local hero yang pantas dinikmati oleh penggemar musik luar kota asalnya. Twitter: @BL_Rock.

Sentimental Moods
Big band pengusung ska intrumental yang selalu dikejar oleh para penggemarnya ke mana pun mereka pergi. Satu hal yang pasti terjadi saat mereka tampil: gelombang dansa dan pogo masal. Twitter: @sentimoods.

Danilla
Talenta muda yang tengah mencuat karena karakternya yang unik. Seorang storyteller yang sangat baik, membuat para pendengarnya langsung merasakan kedekatan dengan dirinya dan tanpa sadar langsung jatuh cinta dengan sosoknya. Twitter: @danillajpr.

Down For Life
Perwakilan kota Surakarta yang menjadi salah satu bukti bahwa band asal daerah tidak hanya sebatas menjadi jago kandang. Eksplorasi musik yang mereka mainkan telah melambungkan mereka menjadi salah satu pengusung musik cadas terdepan di Indonesia. Twitter: @downforlifesolo.

Tulus
Solois yang mampu mematahkan stereotype dari sosok solois pria yang mendominasi industry musik Tanah Air. Lirik yang unik dan melodi yang tak biasa menjadi daya tarik utama dari karya yang dihasilkannya. Twitter: @musiktulus.

Seringai
Rock Oktan Tinggi! Mereka melaju kencang tanpa peduli kanan dan kiri berkata apa. Twitter: @Seringai.

Navicula
Perwakilan pulau Dewata yang juga telah menjelajah hingga luar negeri dan menjadi bukti bahwa Seattle Sound bukan Cuma milik Amerika saja. Twitter: @naviculamusic.

Pure Saturday
Karena mereka etos do-it-yourself menyebar di Tanah Air. Dari akhir era 90an dan hingga kini terus berkarya. Pergeseran dari British sound hingga karya mereka yang kini menjadi lebih progresif pun tak membuat para Pure People meninggalkan mereka. Twitter: @PureSaturdayBdg.

The Flowers
Menyaksikan mereka selalu membuat para penggemarnya menenteng kantong berisi rajawali dan meminta tolong kepada ibu dokter yang cantik. Hmmm… Twitter: @FLOWERSRAJAWALI.

The Adams
Selalu sulit untuk menolak keinginan untuk, paling tidak, ikut menyenandungkan lagu-lagu yang mereka mainkan di atas panggung. Unit Power-pop dengan kekhasan harmonisasi vokal yang belum ada tandingannya. Twitter: @theadamsband.

Monita Tahalea
Suaranya selalu mampu membius para pendengarnya. Bukti dimana menjadi Pop, ringan dan easy listening bukan berarti harus cheesy dan tak berisi. Twitter: @MonitaTahalea.
90’s Hip Hop All-Star
Ketika nama-nama seperti Iwa K, NEO, Sweet Martabak dan Blackskin terbaur dalam sebuah project, tentunya sulit bagi kita untuk tidak menengok, memperhatikan, mendengar dan menikmati penampilan mereka. Bersiaplah untuk terbawa oleh arus nostalgia. Twitter: @Iwa_Kusuma @neo_rap #SweetMartabak #BlackSkin.

KunoKini & SvaraLiane
Kelompok yang menembus batas. Tetabuhan dari berbagai budaya di Nusantara bertemu dengan alat musik konvensional di budaya pop. Sungguh menarik menyaksikan sepak terjang dan penampilan mereka. Twitter: @KunoKini.

OM Pengantar Minum Racun
Sangat serius dengan ketidakseriusan mereka. Salah satu exponent musik dangdut yang bertahan dari era 80an hingga kini dan masih sangat relevant dengan para penikmat musik jaman sekarang. Twitter: @OM_PMR.

Aray Daulay
Berkarya dari era 90an, Aray mungkin salah satu bunglon di industry musik Indonesia. Pada proyek solonya, dia mencampurkan unsur musik reggae dengan folk. Twitter: @araydaulay.

Koil
Kesan gothic dan industrial sangat kental dengan band ini. Sempat bikin geger dengan penampilan mereka di sebuah acara malam penganugrahan musik di era 2000an, mereka mampu menghimpun penggemar dari berbagai belahan negeri ini. Twitter: @koiltv.

Pee Wee Gaskins
Band yang sangat energik dalam setiap penampilan mereka di panggung. Mereka salah satu band yang melambungkan kegemilangan musik Pop Punk di industry musik Indonesia circa tahun 2009. Twitter: @PWGofficial.

Mocca
Terinspirasi oleh retro sound era tahun 70an dan disusupi oleh nuansa bossa nova, swing dan Swedish pop yang kental, mereka mencuat di skena musik Bandung pada tahun 2002 dan meracuni para muda-mudi di kota-kota besar di Indonesia dengan lagu serta keceriaan mereka. Twitter: @moccaofficial.

Tomorrow People Ensemble
Para pemuda asal kota Jakarta ini menebarkan esensi dasar musik Jazz pada karya mereka, improvisasi yang meledak-ledak namun tetap harmonis dan terlalu sedap untuk dibiarkan begitu saja. Dahi anda boleh saja mengerenyit ketika mendengarkan mereka bermain, tapi kepala anda tak mungkin berhenti mengangguk saat itu terjadi. Twitter: @TPEnsemble.

Dewa Budjana & Tohpati
Dua gitaris yang sudah malang melintang di industry musik tanah air. Untuk #SynchronizeFest, mereka tampil berdua di atas panggung dan akan berkolaborasi. Paduan yang sangat unik dan jangan sampai terlewatkan. Twitter: @dewabudjana & @tohpati.

Rocket Rockers
Salah satu eksponen Pop Punk asal kota Bandung yang mencuri perhatian publik menjelang millennium baru. Salah satu dari sedikit band yang bisa bertahan walaupun ditinggal oleh sosok vokalis. Twitter: @rocket_rockers.

Themilo
Para penatap sepatu pasti sudah tidak asing dengan mereka. Riff yang tebal, melodi yang mengawang serta lirik yang penuh kiasan membuat band asal Bandung ini selalu dirindukan oleh para penggemarnya. Twitter: @themiloband.

Monkey to Millionaire
Duo pengusung rock alternative asal Jakarta. Pemilihan kata-kata yang sederhana namun tetap unik dalam lirik-liriknya adalah salah satu kekuatan mereka. Sungguh, jangan pernah anggap remeh para monyet ini. Twitter: @monkey2mill.

NTRL
Pergantian nama, atau tepatnya penghilangan dua vokal dari nama mereka, tak mampu menghentikan mereka. Dari akhir 90an hingga saat ini mereka terus berkarya dan terus beringas serta ugal-ugalan. Twitter: @NTRL_official.

DDHEAR
Sebuah proyek kolaborasi antara duo pasutri, Endah N Rhesa, dengan kelompok folk asal Bali, Dialog Dini Hari menghasilkan karya-karya yang unik daan sangat patut untuk didengarkan. Twitter: @dialogdinihari & @EndahNRhesa.

Elephant Kind
Entitas pengusung Indie-Rock yang sangat kuat dengan konsep yang mereka usung. Mereka seakan memiliki kekuatan magis untuk membuat bergoyang mengikuti hentakan nada dan irama yang dihasilkan oleh mereka. @ELEPHANT_KIND.

Agrikulture
Band Electronic Dance asal ibukota yang selalu meriah di setiap penampilan mereka. Lantai dansa dijamin sesak ketika mereka mengambil alih panggung dan menghujamkan nadanada rancak khas mereka. Twitter: @AGRIKULTURE.

Billfold
Lautan massa yang saling meloncat dan ber-slam dance tak akan pernah dapat dihindarkan setiap mereka menguasai panggung. Padat, Kencang dan tanpa basa basi. Twitter: @billfoldx.

The Hydrant
Unit rockabilly asal Bali siap menggebrak Ibokuta dengan alunan musik mereka yang enerjik dan sulit ditolak oleh barisan pin-up girl yang selalu menyertai mereka. Twitter: @THEHYDRANTBALI.

Maliq & D’ Essentials
Jazz, pop, fusion sampai balada dangdut adalah formula handal yang dibawa oleh kelompok asal ibukota ini. Berbekal aksi panggung yang juga sangat menarik nan atraktif, menyaksikan aksi langsung Maliq & D’ Essentials diatas pentas nampaknya menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Twitter: @maliqmusic.

The Paps
Kelompok reggae revival dari kota kembang. Tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu, musikalitas The Paps pun semakin menarik dengan tambahan warna jazz dan psikedelia dub. Sebuah padu padan ornamen musik yang masuk kedalam kategori layak tonton. Twitter: @THEPAPSPAPS.

Morfem
Jimi Multhazam tak pernah kenal lelah dalam berkarya. Menggandeng nama-nama muda nan segar ber-attitude gaspol kedalam Morfem adalah ide brilian. Berhati-hati akan hujan fuzz saat Morfem tampil, Morfem datang semua senang. Twitter: @morfem_band.

Stepforward
Legenda hardcore yang cukup lama tertidur pulas, mengumumkan bahwa di 2016 mereka akan kembali aktif menghajar panggung lagi. Kuartet hardcore kawakan ini telah siap untuk menggelontorkan nomor-nomor hardcore tulen yang khas dari Stepforward. Twitter: @The_StepForward.

Dental Surf Combat
Membawa aroma musik hardcore dari medio 80an yang sangat tight, membuat nama Dental Surf Combat menjadi bahan perbincangan di musik lokal saat ini. Silahkan masuk kedalam pit dan rasakan sendiri bagaimana sensasi yang dibawa oleh Dental Surf Combat. Twitter: @dntlsrfcmbt.

Shaggydog
Siapa tak kenal Shaggydog ? Grup pemantik joget massal yang terbesar dari kota Gudeg. Karaoke besar-besaran adalah barang tentu apabila kalian datang ke Synchronize Fest dan menyempatkan diri menyaksikan Shaggydog. “Mari sini berkumpul kawan, dansa sambil tetawa,” memang betul adanya. Twitter: @shaggydogjogja.

D’ Jenks
Mesin goyang dari Jakarta. Berkawan dan menyatukan ide di salah satu kampus swasta, D’Jenks terus melaju dan tidak hanya sekedar menjadi band kampus belaka. Mereka menyebut musiknya dengan Dirty Reggae. Penasaran apa itu Dirty Reggae ? Bakar sedikit, tambahkan anggur lokal, lalu saksikan D’ Jenks beraksi untuk temukan jawabannya. Twitter: @djenksreggae.

The Upstairs
Dari era album Matraman hingga Katalika, The Upstairs selalu menyandang status fenomenal. Modern Darling tak segan untuk segera menari saat dikomandoi dari atas panggung. Meski sempat mengalami bongkar pasang personil, The Upstairs masih terus bertahan hingga kini. Kalian sudah siap berdansa akhir pekan di Synchronize Fest nanti ? Twitter: @theupstairs3.

The Tress & The Wild
Meski sempat vakum dalam beberapa waktu terakhir, kini The Trees An The Wild hadir formasi baru dan tentunya musikalitas yang baru. The Trees & The Wild juga tidak akan segan-segan untuk memnyajikan sebuah pertunjukan kelas wahid dengan energi yang baru diatas panggung Synchronize Fest nanti. @TTATW.

Rumahsakit
Rumahsakit berhasil menyatukan berbagai macam generasi penggila musik indie pop di setiap panggung yang mereka lakoni. Nada-nada yang timeless dan tak akan lekang oleh waktu, membuat Rumahsakit kini makin kuat dan solid. Mereka akan terus menyebar virus Pop Kinetik kepada siapa saja. Twitter: @_rumahsakit.

Gugun Blues Shelter
Saat menyaksikan aksi trio Gugun Blues Shelter, berarti anda sedang dipertontonkan pertunjukan musik blues kelas satu. Dan tentunya di panggung Synchronize fest nanti mereka juga tengah bersiap untuk menyajikan kekuatan blues yang eklektik. Twitter: @GBluesShelter

The Ska Banton
Banton dalam bahasa Jamaika memiliki arti sebagai Pencerita. Oleh karena itu, The Ska Banton akan menceritakan diatas panggung Synchronize Fest bagaimana padu padan musik reggae, ska2tone serta rocksteady yang mereka lebur. Facebook: The Ska Banton.

That’s Rockafeller
Para gerilyawan musik yang lahir dari peradaban musik Cikini. Walau jadwal panggung mereka bisa dikatakan cukup langka, That’s Rockafeller selalu tampil liar saat diberi kesempatan tersebut. Mari berjoget dan berdansa bersama-sama merayakan eksistensi That’s Rockafeller yang kini sudah menginjak usia 16 tahun. Twitter: @ThatsRock73.

Glenn Fredly
Nyong ambon dengan suara paling merdu dan menjadi kebanggaan tanah Maluku. Glenn Fredly yang selalu berhasil membius para penontonnya ini, juga dikenal sebagai pribadi ramah dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Penampilan Glenn di Synchronize Fest nanti tentu saja menjadi satu yang tidak boleh sampai terlewat. Twitter: @GlennFredly.

The Groove
Dibentuk sejak medio 90an, pamor The Groove kian meroket. Bermacam panggung mulai dari skala nasional hingga internasional pun telah mereka cicipi. Sebuah pembuktian bahwa musik acid jazz bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat luas. Siapa yang ingin bernostalgia dengan tembang-tembang macam ‘Dahulu’ atau ‘Khayalan’ ? Mari merapat ke Synchronize Fest. Twitter: @thegrooveindo.

White Shoes & The Couples Company
Pop retro yang futuristik. Tiap hari makin seru, adalah kalimat tepat yang menggambarkan aksi panggung dari grup yang terbentuk di sebuah kampus seni ternama di kawasan Jakarta Pusat ini. Gerakan joget jingkrak-jingkrak yang menawan dengan irama khas indo rock sudah pasti tersaji saat White Shoes & The Couples Company diberi kesempatan tampil. Twitter: @wsatcc.

Indra Lesmana Keytar Trio
Sang maestro Indra Lesmana mencoba eksplorasi baru melalui keytar. Berangkat dari kerinduan bermain musik bersama almarhum sang ayah, Jack Lesmana, Indra Lesmana kembali bereksplorasi dalam musikalitasnya. Troubadour kebanggaan Indonesia ini memang tak pernah kehabisan akal untuk berekspresi. Twitter: @indralesmana

Kelelawar Malam
Menebar horor adalah harga mati. Dari cerita alien hingga kisah klasik suzanna, dari mitos palasik sampai dongeng ratu kematian, semua disajikan secara intens dengan kecepatan dan ketepatan musik punk rock. Hail Kelelawar Malam, sang juru kengerian. Twitter: @kelelawarmalam.

Krakatau
Salah satu super grup terbaik milik kancah musik nusantara. Dengan unsur-unsur jazz, rock hingga fusion yang ada didalam musik mereka, ditambah dengan penampilan yang menunjukan bahwa mereka memang deretan musisi kelas satu, Krakatau menjadi yang terbesar di era 80-90an. Kini sang legenda aktif kembali dan siap meletup bergemuruh lebih menggelegar lagi. Twitter: @Krakatau2013

FSTVLST
Almost rock, barely art. Begitulah para seniman dari kota Yogyakarta ini mendeklarasikan tentang apa yang mereka bawa. Lirik jujur dengan padu padan kata yang selalu tepat sasaran adalah senjata utama milik Fstvlst. Mereka pun selalu berhasil untuk menggoyang panggung lewat irama alternatif cita rasa lokal yang aromanya sangat kuat. Twitter: @FSTVLST

Fourtwnty
Berangkat dari sebuah komunitas yang masing-masingnya merupakan para multi instrumentalis, trio akustik dengan ambience yang menenangkan satu ini menjadi salah satu yang kian hari kian ramai diperbincangkan. Fourtwnty, merupakan bentuk nyata dari kemandirian akan membuahkan hasil yang baik dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat adalah kuncinya. Twitter: @fourtwntymusic.

Barry Likumahusa ft Adinda Shalahita & Albert Fakdawer
Pemain bas muda penuh bakat Barry Likumahuwa membentuk kolaborasi bersama Adinda Shalahita dan Albert Fakdawer khusus untuk tampil di Synchronjze Fest. Karena memperkenalkan bakat-bakat potensial yang dimiliki para musisi muda merupakahn hal yang penting bagi seorang Barry Likumahuwa. Twitter: @BarryLikumahuwa @shalahita @albertfakdawer.

The S.I.G.I.T
Dimulai dengan mimpi untuk tinggal di hiruk pikuknya kota New York, hingga kini mencapai titik dimana mereka telah ditasbihkan sebagai satu dari segelintir pemuka musik rock terbaik di Indonesia. The S.I.G.I.T tidak lagi berbicara tentang rock and roll adalah hanya sekitaran slogan life sucks, melainkan sebuah pembuktian bahwa rock and roll bisa dieksploitasi habis habisan menerabas batas nyaman yang kemudian berhasil melahirkan sebuah warna baru bagi musik keras tanah air. Twitter: @thesigit.

Souljah
Para pelestari musik Jamaika yang sudah malang melintang di tanah air, serta salah satu yang paling pertama. Souljah yang merupakan bahasa slang dari soldier, sudah termasuk dalam kategori kawakan. Pertemanan dari bangku kuliah yang hingga kini kian solid, mereka terus melaju menari berdansa atas nama cinta kepada reggae, dub hingga dance hall. Twitter: @souljahmusik.

Gangstarasta
Geng reggae yang terinspirasi dari nama-nama lawas seperti Bob Marley, Jimmie Cliff, Alpha Brondy dan lainnya. Memiliki jiwa dan rasa adalah mengapa Gangstarasta memilih untuk jatuh cinta pada musik reggae. Menebar damai tanpa ada perbedaan juga dijadikan oleh Gangstarasta sebagai semangat untuk terus berkarya lagi dan lagi. Twitter: @Gangstarasta.

Matajiwa
Duo etnik yang kaya akan eksperimen. Mengajak seluruh penikmat musik mereka untuk lebih meresapi karya-karya yang telah dihasilkan melalui mata dan jiwa agar bisa larut lebih dalam. Matajiwa membungkus elemen rock, etnik, psikedelia sebagai bumbu utama dari apa yang mereka sebarkan, yaitu Ethnopsychadeliarock. Twitter: @majajiwa_

Silampukau
Mengembalikan musik folk kepada fungsi awalnya, sebagai pemantik suara rakyat untuk terus bergerak jujur. Duo dari timur pulau Jawa ini memiliki padanan kata-kata bagai dinamit. Berdaya ledak luar biasa, meluluh-lantahkan dan membuat bekas. Silampukau mendedikasikan kegiatan bermusik sebagai ode untuk kota tercinta kelahirannya, Surabaya. Twitter: @silampukau.

Noxa
Duta metal tanah air. Prestasi Noxa sudah menjulang hingga ke nagri. Panggung-panggung kelas internasional macam Obscene Extreme dan Tuska Open Air telah digerinda oleh Noxa. Cepat, beringas dan tanpa ampun, Noxa selalu merentetkan peluru tajamnya kapanpun diberi kesempatan tampil. Twitter: @NOXAxGC.

Goodnight Electric
Satu dari banyaknya band yang muncul dari kegiatan bermusik di kawasan Cikini. Trio pemadu sorak sorai dan ahli pesta ria melalui sajian nomor-nomor elektronik disko yang nyeleneh namun sentimentil. Tidak pernah tercetus kata bosan untuk Goodnight Electric. Twitter: @goodnightelctrc.

BRNDLS
The black boys dynamite blues. Pahlawan sejati musik rock and roll, pembuktian konkrit bagaimana musik adalah medium untuk memberontak dengan bumbu senang-senang berkadar tinggi. Serta sebuah representasi tepat tentang citra ibukota yang liar serta tanpa ampun, mereka adalah Brndls. Twitter: @Thebrandals.

Ligro Trio
Sebuah kebalikan dari kata orgil, akronim dari ungkapan “orang gila”. Ligro Trio memang gila dan tak kenal batasan ketika masing-masing telah memegang instrumen. Melebur banyak komposisi favorit dari tiga kepala menjadi satu. Jazz, fusion, funk,hingga unsur budaya tradisionil pun mendapat porsi dalam keanekaragaman musik bawaan Ligro Trio. Twitter: @ligrotrio

Float
Grup pop dengan pemilihan nada-nada yang manis. Musik pop yang mereka bawa selalu berhasil menghadirkan koor massal dimana pun Float tampil. Mendayu dan mengayun, penonton pasti terbius mesra saat Float naik ke singgasana pentasnya. Twitter: @float_project.

P Project
Vokal grup senior dari bumi Parahyangan. Kini statusnya menyentuk kata legendaris. Pilihan nada saat bernyanyi sungguh harmonis, dan memasukan unsur-unsur lawak adalah pilihan yang jenius. Sungguh amat sayang apabila melewatkan sajian kabaret khas mereka yang dipertontonkan bagaikan drama komedi. Twitter: @ProjectPe.

Max Havelaar
Grup music yang menyuarakan hal-hal berbau sikap politis, spiritual dan kemanusiaan. Tematema tersebut dirangkum dengan sungguh apik kedalam progresi musik rock yang tidak biasa. Progresif, funk, new metal sampai pop diramu dengan tepat, menghasilkan suara yang mewakili bermacam sudut pandang banyak orang. Twitter: @MaxHavelaarID.

Steven Jam
Steven Nugraha Kaligis atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Tepeng, tak kehabisan akal dalam hal mencipta karya. Usai band lamanya Steven and the Coconut Trees didera permasalahan internal, dirinya terus melaju dan membentuk Steven Jam yang masih bermain di ranah reggar. Sebuah warna reggae yang cukup segar saat ini, Steven Jam juga tak sungkan untuk menggoyang para rastaman yang akan hadir nanti. Twitter: @stevenjam.

Taring
Mereka memainkan musik hardcore pada faedahnya. Cadas serta lugas, rapat dan bernyali. Taring hadir untuk memberendeng siapa saja yang ada di depan mereka. Menyaksikan Taring secara langsung itu bagai berkelahi tanpa bekal diri, sudah pasti lebam dikanan maupun kiri. Twitter: @taringhardcore.

Endank Soekamti
Paguyuban punk rock paling konsisten dari Yogyakarta. Kerap kali tampil nyeleneh, baik ketika tampil diatas panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun perlu diingat, Endank Soekamti adalah satu dari beberapa band dengan produktivitas dan kreativitas tertinggi di musik Indonesia. Kamtis Family akan selalu memeriahkan dimanapun #SoekamtiDay digelar. Twitter: @endanksoekamti.

Sunyotok
Sisi lain dari seorang Coki Bollemeyer. Bila selama ini dikenal khas dengan riff-riff metal yang menyayat dan kocokan cepat a la punk rock, kini saatnya menikmati alter ego dari gitaris yang kental dengan imej brewoknya. Coki memainkan melodi fusion jazz mungkin belum pernah terbayang oleh para penggemarnya dimanapun. Kini saatnya, menyaksikan hal tersebut hanya di Synchronize Fest. Twitter: @Blueskycloud9.

AriReda
Duo yang cukup unik. Melalui AriReda, musikalisasi puisi yang selama ini dianggap budaya lawas dan tua, dapat terdengar tidak se-kaku itu dan gaungnya ternyata lebih meluas lagi. Disajikan dengan minimalis, Ari bermain gitar dan Reda bernyanyi sangat khas, manis sekali. Twitter: @AriReda.

Komunal
Para pasukan perang dari rawa. Menghentak dengan rentetan melodi-melodi yang menggelegar, Komunal datang bersenjatakan rock petir. Musik mereka panas, aksi mereka buas, mereka adalah manusia baja yang menggemuruhkan musik pertiwi. Twitter: @KOMUNAL.

Hello Benji & The Cobra
Psikedelia rock yang berbahaya. Sekali dihentak, niscaya merasuk larut dan menghanyutkan. Mereka hadir dari tanah Batak, tegas dan menghipnotis. Selalu liar diatas panggung, kelompok asal bumi utara Sumatera ini menamakan diri dengan Hello Benji & The Cobra. Twitter: @Hellobenjicobra.

Sommerhaar
Unit synth yang dominan . Bebunyian indie rock bercampur aroma disko menyajikan musik ear-catchy yang tak boleh sampai terlewat. Twitter: @sommerhaar.

Heals
Pemuja abadi musik dari dekade 90an. Tampil slebor namun selalu timbul kesan gemilang saat Heals naik keatas pentas. Shoegaze, stargaze, lo-fi, apapun sebutannya, yang jelas Heals memainkannya dengan sangat apik nan cemerlang. Twitter: @healsmusic_

HMGNC
Satu yang terbaik di ranahnya. Legenda dari kota Kembang. Menggoyang melalui nada-nada penuh gizi dari synth, HMGNC juga menjadi yang paling konsisten. Musik HMGNC adalah cinta yang tidak mengenal batas. Twitter: @Homogenicworld.

Jasad
Bengis lagi brutal. Pig squeal menyeruak bersama dentum drum yang bak buldozer, rentetan gitar tanpa ampun, dan beratnya suara bas yang menggebu. Prestasi mereka pun sudah sampai hingga ke benua biru, Jasad adalah mesin death metal kebanggaan tanah air. Twitter: @Jasad_bdm.

Tony Q Rastafara
Bapak reggae Indonesia. Salah satu yang meledakan gaya dreadlock di kancah lokal. Layaknya kaum-kaum rastafari lainnya, Tony Q Rastafara menyanyikan isu-isu seputaran cinta, perdamaian, kemanusiaan, politik, hingga fenomena sehari-hari. Dirinya juga identik lewat ungkapan “reggae gak harus gimbal, gimbal gak selalu reggae.”Twitter: @tonyq_rastafara.

Diskopantera
Disk Jockey nyeleneh yang berbeda dari kebanyakan. Banyak membawakan ulang anthemanthem dari medio 80-90an, crowd dari Diskopantera selalu berhasil disetir untuk menggila bernyanyi berjoget bersama-sama. Diskopantera selalu memukau. Dan untuk kalian yang kadang masih malu-malu untuk melantai bersama iringannya, “lemasin, jangan dilawan.”Twitter: @diskopantera.

Laid This Nite & Lala Karmela
Kolaborasi yang tentunya akan mengundang decak kagum serta tepuk tangan super meriah. Laid This Nite yang groovy dengan aksi panggung atraktif, dipadukan dengan manis vokal serta gestur gemulai dari seorang Lala Karmela. Persekutuan yang amat sayang jika terlewatkan. Twitter: @laidthisnite @LALAkarmela.

Bonita & The Hus Band
Grup band yang merupakan eksplorasi dari musikalitas seorang Bonita. Lahir dari keluarga yang sangat musikal, tentunya hasrat bernyanyi dan bermain musik Bonita makin hari makin tak terbendung. Tak puas hanya berkarir solo, Bonita pun sepakat dengan sang suami Petrus Briyanto, Jimmy Tobing, dan Bharata Eli Gulo untuk memulai babak bermusik yang baru disinidi Bonita & the Hus BAND. Twitter: @rumahbonita.

Death Vomit
Death metal kawakan. Sisi gelap, amarah, brutalisme merupakan elemen-elemen penting yang selalu menjadi motor penggerak bagi Death Vomit. Mampu bertahan bertahun-tahun dengan konsistensinya, merupakah bukti dari kedigdayaan Death Vomit di ranah death metal lokal. Sempat menenar ancaman dalam bentuk aksi pentas hingga ke Jepang dan Australia pun dinilai pantas apabila berkaca pada kegagahan trio metal kebut ini. Twitter: @DeathVomitBand.

Yura Yunita
Biduan pop yang namanya terus melejit semakin hari. Vokal istimewa serta tampilan yang manis menjadi penunjang utama bagaimana seorang Yura Yunita bisa terlihat sangan menawan serta elegan ketika menyajikan tembang-tembang andalannya. Twitter: @yurayunita.

Rock N Roll Mafia
Para bandit-bandit rock n roll yang tumbuh berkembang di Bandung. Rock N Roll Mafia membalutkan warna rock n roll a la mereka dengan bermacam elemen seperti elektronik, pop, sampai unsur ambien. Tujuannya sederhana, agak tidak generik dan selalu tampil segar. Twitter: @R_N_R_M.

Kunto Aji
Kini dirinya sudah tak perlu berlama-lama lagi merasa sendiri. Kunto Aji yang melebur pop dengan sedikit sentuhan jazz menjadi penyanyi pria favorit baru di musik Indonesia. Berangkat dari ajang pencarian bakat musik, Kunto Aji lalu membanting stir ke jalur independen, sebuah langkah yang berani dilakukan olehnya. Hasilnya pun tak
mengecewakan. Twitter: @KuntoAjiW.

Rajasinga
Trio grind n roll yang menyandang predikat sebagai trimurtad. Musik cepat, kritik sosial dan rasa cinta terhadap daun lima jari adalah fondasi utama dari Rajasinga. Mereka adalah kawanan anak haram ibu kota dengan mental tahan banting. 99% THC, 1% Skill. Twitter: @rajasinga04.

Efek Rumah Kaca
Magis. Kata yang nampaknya tepat menggambarkan musik dari Efek Rumah Kaca. Liriknya tajam, bobot aransemen diluar kebiasaan yang lainnya serta harmonisasi yang begitu syahdu begitu padu. Terlalu punk untuk disebut sebagai band pop, terlalu pop untuk disebut sebagai band punk. Twitter: @efekrumahkaca.

Aksan Sjuman & The Committee Of The Fest
Proyek musikal dari drummer legenda Aksan Sjuman. Daya pikatnya luar biasa, audiensi selalu terperanga saat disajikan materi-materi kelas satu dari Aksan Sjuman & The Commitee Of The Fest. Sinergi yang erat memang nyata dibuktikan dengan kemunculan bebunyian yang tidak biasa yang dihasilkan oleh grup ini.

SORE
Legiun funkadelic yang sudah malang melintang di kancah musik tanah air. Kekuatan utama dari SORE adalah permainan kata-kata yang tidak biasa, semua berima terdengar menawan. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan para personel SORE dalam meramu materi dan beraksi diatas panggung juga berada dalam skala diatas rata-rata. Twitter: @SOREband.

Sheila on 7
Veteran pop bergairah asal Yogyakarta yang tak pernah gagal membuat pendengarnya bernyanyi di area penonton. Di gemari oleh penikmat music lintas genre dan lintas generasi.Twitter: @Sheilaon7

The Kuda
Sebuah enigma dalam kancah musik Punk di Indonesia. Ugal-ugal, Gila dan Tak Memiliki Pakem. Perwujudan dari pemberontakan yang sebenarnya. Berasal dari kota yang (katanya) selalu dibuai oleh hujan, tapi mungkin awan hitam segan kepada mereka sehingga musik yang mereka hasilkan menjadi begitu unik. Instagram: @The_Kuda

Soneta Group
Gelar ‘raja’ di dunia musik populer Indonesia hanya ada untuk Raja Dangdut. Raja Dangdut di dunia ini pun hanya ada satu. Legenda hidup Rhoma Irama bersama Soneta Group lah yang sebenarnya mendefinisi musik pop negeri ini.

Ticket Price
Daily Regular : Rp. 200.000 (perhari)
Daily Early Entry : Rp. 145.000 (perhari) *must entry before 3 PM
All price tax included

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: