Concerts Review

Suasana Intim Bersama Tulus di “One Intimate Night with Tulus”

GO-STAGE.com – Tulus akhirnya sekali lagi berhasil memuaskan fansnya pada show tunggalnya yang bertajuk “One Intimate Night with Tulus” pada Selasa malam, 30 Juli 2019 bertempat di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Bagi Optimus One dan Concerts ID ini merupakan kali kedua yang mereka buat untuk Tulus dengan gelaran musik yang berkonsep intimate show. Konsep intimate mereka pilih supaya lebih mendekatkan Tulus dengan penonton dan menyuguhkan pertunjukan berkelas yang berbeda dari gelaran musik pada umumnya.

Harapan dari pihak penyelenggara ini sepertinya berhasil. Pada show tadi malam, penyanyi yang mempunyai nama lengkap Muhammad Tulus ini kembali tampil menunjukkan kedekatan dan keintiman dengan fans sebagai seorang penyanyi idola yang sudah tidak diragukan lagi eksistensinya.

Selama 90 menit pertunjukkan berlangsung, Tulus bisa dibilang berhasil menciptakan nuansa intim lewat percakapan dan pemilihan lagu. Sekitar pukul setengah sembilan malam show dimulai dengan opening piano overture. Setelah itu, masih diiringi piano Tulus pun muncul. Malam itu, Tulus tampil dengan mengenakan baju putih dibalut dengan rompi luar dan celana hitam.

Kemunculan sosoknya yang dipadu dengan lighting bernuansa shadow langsung disambut teriakan histeris penonton yang sudah memadati ruangan sejak selepas magrib. Tulus membuka penampilannya dengan membawakan lagu “Langit Abu Abu” disambung dengan “Ruang Sendiri”.

Selepas lagu kedua tersebut, Tulus baru menyapa penonton dengan ucapan “Selamat malam”. Sapaannya ini sekali lagi dibalas dengan riuh oleh penonton. Tulus mengungkapkan perasaan senangnya karena pada pertunjukkannya malam tersebut waktu kesempatan ia berinteraksi dengan penonton tidak dibatasi. Ia juga tidak mengira jika respon penonton begitu luar biasa. “Saya deg-degan dengan konser ini, baru lagu kedua aja saya sudah haus. Saya ingin lebih intim dan mengenal teman teman semua juga sebaliknya teman teman juga mengenal saya yang akan membuat kita semakin akrab malam ini,” lanjutnya menyapa penonton.

Lagu Monokrom menjadi pilihan berikutnya yang dibawakan. Penonton pun kompak bernyanyi bersama lirik demi lirik sambil sesekali diselingi teriakan histeris yang sangat membakar semangat show malam itu. Tulus pun disela-sela lagu berusaha berinteraksi singkat dengan penonton. Ia benar-benar berupaya untuk membuat penontonnya merasa dekat dan hangat. Lagu “Tukar Jiwa” dan “Labirin” pun menjadi lagu berikutnya yang dinyanyikan.

Sebelum melanjutkan ke lagu berikutnya, Tulus kembali mencoba menciptakan nuansa intim. Ia memulai dengan bercerita tentang lagu tersebut sambil duduk di bibir panggung sambil terus berinteraksi dengan penonton. Celotehan dan gimmick percakapannya yang ringan memang membuat suasana sungguh terasa akrab. Lagu “Jangan Cintai” dan “Sepatu” yang dibawakan setelahnya benar-benar menguras emosi penonton. Karaoke massal terdengar dan beberapa penonton pun terlihat terbawa suasana dengan menginterpretasikan bentuk ekspresi beragam. Hingga dua pilihan lagu berikutnya “Adu Rayu” dan “1000 Tahun” juga habis dilahap penonton.

Suasana intim dan akrab sangat terasa saat Tulus membawakan lagu berikutnya, “Sewindu”. Di tengah penampilannya, Tuluas meminta penonton menyanyikan bagian refrain lagu tersebut dan merekamnya di ponsel. Namun, bukan Sewindu yang terlantun dari mulutnya. Tulus memilih menyanyikan “Teman Hidup” terlebih dahulu. Sambil membawakan lagu tersebut, ia turun dari panggung mendekat ke arah penonton yang berada dibarisan terdepan berbatasan langsung dengan pagar pembatas. Sambil bernyanyi ia menyusuri sisi depan barisan penonton tersebut sambil menyalami tangan bahkan menerima bunga dari penonon.

Setelah lagu “Teman Hidup” barulah ia membawakan lagu “Sewindu”. Para penonton ikut bernyanyi sambil menyalakan flash light di ponsel mereka. Lagu ini menjadi penanda delapan tahun kariernya di dunia musik.

Pada bagian akhir pertunjukkannya, Tulus membawakan lagu “Untuk Matahari”, “Manusia Kuat” dan “Cahaya” yang menjadi tiga lagu terakhir. Secara keseluruhan penampilan Tulus malam itu berhasil. Show yang didukung dengan tata lampu (lighting) dari Indonesia Lighting Project (ILP) ini sukses sesuai dengan konsep yang diusung, intimate show. Tulus membiarkan dirinya dikenal lebih dekat oleh penggemarnya termasuk dalam beberapa kali kesempatan dia bercerita mengenai cerita di balik lagu-lagunya, membacakan pesan yang ditulis oleh penggemarnya dan menyapa penonton yang menuliskan pesan. Dia juga mengucapkan selamat ulang tahun, membiarkan penonton tahu apabila dia salah nada atau lupa lirik (bahkan menertawai kesalahannya), hingga memberikan hadiah buat sepuluh penonton yang berhasil berupa tshirt yang sudah ditandatanganinya bahkan ada satu penonton yang berhasil mendapatkan hadiah gitar dan beruntung diundang ke panggung untuk menerima langsung hadiah gitar yang juga sudah dibumbuhi tanda tangan olehnya.

Photo by: Zasmi Arel


About Admin

Music, Event, Traveling & Lifestyle News and Photography

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Copyright © 2019 GO-STAGE.com Email: info@go-stage.com