GO-STAGE.com – Gelaran perdana pameran musik terbesar di tanah air, Indonesia International Music Expo (IIME) 2026, resmi dibuka pada Jumat, 2 Oktober 2026. Bertempat di Convention Hall 9, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten. Pameran yang diinisiasi oleh Rhapsodie.co (Rhapsodie Group) ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 4 Oktober 2026.

Dalam acara konferensi pers yang digelar di Nusantara Room, NICE PIK 2, pihak penyelenggara memaparkan visi besar di balik pelaksanaan IIME 2026. Event ini dirancang khusus untuk mempertemukan seluruh elemen dalam ekosistem musik, mulai dari produsen alat musik, distributor, musisi, komunitas, hingga masyarakat umum.

Yuberg Adro selaku CEO Rhapsodie.co / Pimpinan Rhapsodie Group, menyampaikan bahwa target utama yang ingin dicapai pada tahun perdana penyelenggaraan IIME ini adalah mengumpulkan sebanyak mungkin pelaku industri alat musik di bawah satu atap.

“Yang paling penting itu sebenarnya brand yang ikut dulu,” ujar Yuberg Adro saat menjelaskan strategi awal pelaksanaan expo ini.

Pada IIME 2026 ini tercatat ada 96 brand instrumen musik dan audio baik dari dalam maupun luar negeri yang ikut berpartisipasi. Produk yang dipamerkan sangat beragam, meliputi piano, gitar, drum, biola, hingga perangkat pendukung audio berbasis teknologi canggih. Menariknya, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga diberikan pengalaman langsung (experience) untuk mencoba memainkan alat musik yang dipamerkan di berbagai booth.

Lebih lanjut, Yuberg Adro menekankan bahwa esensi dari penyelenggaraan IIME 2026 diharapkan dapat menjadi jembatan kolaborasi bagi semua orang yang memiliki keterkaitan dengan dunia musik.

Fasilitas Megah dan Aksesibilitas Berstandar Internasional

Kesuksesan pameran skala besar ini tidak lepas dari dukungan penuh infrastruktur lokasi. Ryan Adrian, selaku Managing Director NICE PIK 2, menyatakan kebanggaannya dapat menjadi venue partner resmi bagi IIME 2026. Dengan ruang pameran seluas ribuan meter persegi di Convention Hall 9, fasilitas ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan audio-visual kelas dunia yang dibutuhkan sebuah pameran musik internasional.

“Kami sangat senang dapat menyambut IIME 2026 sebagai bagian dari rangkaian event perdana di kawasan NICE PIK 2. Kami telah menyiapkan fasilitas berstandar internasional, area parkir yang sangat luas, serta integrasi teknologi ticketing melalui NICE Apps untuk memastikan alur masuk puluhan ribu pengunjung dan pencinta musik selama tiga hari ini berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman,” jelas Ryan Adrian.

Soroti Inovasi Alat Musik Berbasis Teknologi AI

Pada acara konferensi pers IIME 2026 ini juga turut dihadiri oleh perwakilan peserta internasional. Salah satunya adalah David Qian Jun Jian, perwakilan produsen alat musik asal Tiongkok yang membagikan pandangannya mengenai perkembangan industri musik global serta kontribusi teknologi digital di dalam instrumen modern.

Ketika ditanya tentang pandangannya terhadap industri musik di Indonesia, David menjelaskan bahwa perusahaannya telah memiliki pengalaman panjang selama lebih dari 40 (empat puluh) tahun dalam mengembangkan berbagai instrumen musik. Di era modern saat ini, fokus inovasi tidak hanya tertuju pada produksi instrumen konvensional, melainkan juga merambah ke alat musik berbasis teknologi digital cerdas.

Disamping dihadiri perwakilan peserta manca negara, acara konferensi pers ini juga turut menghadirkan pelaku industri lokal untuk melengkapi pandangan dari sisi musisi dan pelaku industri di tanah air. Shaleh Leo selaku perwakilan dari komunitas dan praktisi musik turut memberikan tanggapannya mengenai antusiasme pasar instrumen di Indonesia. Ia menyoroti bahwa salah satu jenis instrumen musik yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia dalam pameran ini adalah gitar.

Shaleh Leo menyampaikan bahwa instrumen gitar memiliki tempat yang sangat lekat di hati masyarakat Indonesia karena aksesibilitasnya yang tinggi bagi semua kalangan. Kehadiran IIME 2026 dinilai menjadi momentum emas bagi para pecinta gitar untuk mengeksplorasi inovasi terbaru secara langsung.

Kehadiran ragam inovasi teknologi dan kuatnya dukungan komunitas lokal ini menegaskan posisi IIME 2026 di NICE PIK 2 bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan barometer perkembangan teknologi dan wadah edukasi masa depan bagi industri musik di Indonesia.

IIME 2026 turut menghadirkan pameran produk serta berbagai program pendukung seperti Indomusik Awards, kompetisi talenta muda, networking zone, hingga live performance.

Bagi masyarakat yang ingin mengeksplorasi alat musik dan menikmati akhir pekan di NICE PIK2, ajang ini menjadi destinasi menarik yang sayang untuk dilewatkan.