GO-STAGE.com – Pertunjukan spesial bertajuk Tribute to Warkop DKI berhasil menyedot perhatian ribuan penonton lintas generasi, memadukan parade musik parodi legendaris dan aksi komedi yang segar. Panggung Forest Stage di Gambir Expo Kemayoran menjadi saksi bisu kemeriahan sekaligus keharuan ini pada hari kedua Synchronize Festival 2026, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Dipimpin langsung oleh personel legendaris yang tersisa, Indro Warkop, panggung ini diguncang lewat kolaborasi apik bersama GJLS, Duo Bahlul (Sahil Mulachela & Kemal Palevi), serta iringan musik meriah dari Orkes Nunung CS.

Sejak dimulainya pertunjukan pada pukul 18.30 WIB, Orkes Nunung Cs langsung mengambil alih kendali dengan aransemen musik dangdut orkes yang menghentak dan jenaka. Bersama Duo Bahlul, Sahil dan Kemal sukses memanaskan suasana. Buat Sahil Mulachela, Penampilan ini bahkan menjadi momen bersejarah yang menandai debut pertamanya bertindak sebagai “musisi” di atas panggung megah festival.

Kemeriahan panggung semakin menjadi ketika trio komedian kekinian, GJLS (Rigen Sihutala, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir), naik ke atas panggung. Mengadaptasi gaya lawakan khas yang cerdas namun absurd, GJLS membawakan hits parodi legendaris seperti “Ya Mustafa” dan “Bakumba Kero”. Tidak hanya itu, kejutan muncul di tengah pertunjukan dengan kehadiran robot kuning ikonis yang sering wara-wiri di film-film jadul Warkop DKI.

Aksi teatrikal mereka tidak hanya mengocok perut penonton, tetapi juga membuat Indro Warkop terpukau. Di atas panggung, pria yang akrab disapa Pakde Indro itu melayangkan pujian tinggi.

Di balik tawa dan canda para penampil serta goyangan penonton, malam penghargaan untuk merayakan 53 tahun perjalanan Warkop DKI ini juga menyisakan momen emosional yang menguras air mata. Suasana Forest Stage mendadak hening dan berubah haru ketika Indro Warkop berdiri di tengah panggung untuk mengenang dua sahabat seperjuangannya, mendiang Dono dan Kasino.

Sambil menahan isak tangis di hadapan ribuan penonton dan perwakilan keluarga mendiang Dono-Kasino yang hadir, Indro membawakan lagu “Dan Aku Rindu”. Air matanya tak terbendung saat ia mengajak seluruh area festival menundukkan kepala untuk mengirimkan doa bersama bagi kedua sahabatnya.

Dari total sekitar 10 hingga 12 lagu legendaris yang dibawakan malam itu, koor massal langsung tercipta dengan sangat syahdu saat lagu penutup ikonis “Nyanyian Kode” dikumandangkan. Pekikan ikonis “Yang baju merah jangan sampai lolos!” menggema keras dari ribuan mulut penonton di area Forest Stage.

Penampilan Tribute to Warkop DKI di Synchronize Fest 2026 sukses membuktikan bahwa meskipun raga Dono dan Kasino telah tiada, warisan komedi, kritik sosial, dan musik mereka akan tetap hidup abadi melintasi zaman.