Concert Review, Edisi Music

Konser NOAH: The Greatest Session of The History

Zasmi Arel_IMG_5576-3

GOSTAGE.com – Ditengah maraknya artis mancanegara yang menyelenggarakan konser di Jakarta pada tahun 2012 ini, rupanya masih ada promotor yang berkenan untuk membuat konser dari group band anak bangsa. Adalah Berlian Entertainment yang mengusung konser salah satu band besar tanah air, NOAH. Berlian Entertainment menjanjikan kemasan konsep apik yang diyakini akan kembali mendulang sukses tersendiri. Tema yang diangkat tidak kalah menarik, “The Greatest Session of the History” yang mencoba menafsirkan lika liku perjalanan terbentuknya group ini serta sebagai konser pamungkas dari serangkaian konser yang mereka jalani sebelumnya.

Sebenarnya ada beberapa pilihan konser dalam kurun waktu tersebut, Namun konser group band NOAH yang menjadi pilihan saya. Disamping karena memang suka lagu lagu mereka, juga karena nama saya sering dikaitkan dengan nama vokalis utamanya, Ariel, hehehe. Supaya bebas memotret, saya putuskan ambil kelas festival. Konsernya sendiri diadakan di Mata Elang International Stadium (MEIS) yang terletak di dalam kawasan Ancol Beach City, Jakarta, 2 November 2012.

Pukul 19.30 tiba di pintu masuk kawasan Ancol. Setelah parkir, celingak celinguk mencari lokasi pintu masuk hall-nya, berjalan mengikuti arus orang. Akhirnya ketemu juga kerumunan orang yang sedang mengantri, dan ternyata disitulah tempat anterian masuk ke gedungnya. Kebanyakan penonton yang berdiri mengantri memakai pakaian merah dan putih, dan ada juga yang memakai merchandise NOAH. Di lokasi ini pun tersedia juga t-shirt yang bertema NOAH, baik yang asli dari sponsor, maupun yang dijual oleh pedagang setempat. Para calo karcis juga mondar mandir menawarkan karcis, atau sebaliknya menanyakan jikalau ada karcis yang lebih dibawa oleh penonton, mereka siap membelinya.

Dalam karcis tertulis bahwa pintu masuk akan dibuka mulai pukul 20.00, namun sampai waktu yang dijanjikan belum juga dibuka. Beberapa kali terdengar teriakan calon penonton yang meminta supaya panitia segera membuka pintu masuk. Untuk kondisi ini saya akui pengaturan yang dilakukan oleh panitia tidak terlalu baik, pintu masuk molor dibuka dan calon penonton dibiarkan berjubal begitu saja berdesakan tanpa ada batas jalur tersendiri yang dibuat. Saya membandingkan dengan Konser Ahmad Dhani yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di JCC Senayan, untuk antrian calon penonton, panitia membuat jalur antrian yang berlapis, sehingga calon penonton merasa nyaman mengikuti antrian.

Sekian lama menunggu dan beberapa kali terdengar teriakan calon penonton, sekitar pukul 20.50 pintu masuk pun mulai dibuka. Disini sekali lagi petugas di bagian blokade pertama dibuat kerepotan. Para calon penonton yang sudah sekian lama berdiri, berhimpitan dan kepanasan, kini secara serempak bergerak menuju akses masuk yang hanya disediakan dua jalur. Alhasil dorongan dan himpitan pun tidak terelakkan. Bahkan setelah masuk, petugas keamanan dari kepolisian sempat menghentikan untuk membuat jedah beberapa saat. Tapi syukurlah tidak sampai terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

Dari blokade pertama ini, calon penonton lainnya harus melewati meja pemeriksaan. Bagi yang membawa tas diminta membuka dan bagi yang membawa minuman dalam kemasan diminta meninggalkannya di tempat ini. Lepas dari meja pemeriksaan ini pun masih mengantri untuk melalui body detector sebelum masuk ke lokasi gedung MEIS. Begitu melewati body detector penonton diarahkan mengikuti rute yang ada menuju lokasi hall. Dan tiba di dalam hall suasana baru agak terobati dengan sambutan sejuknya pendingin ruangan.

Suasana hall mulai berangsur ramai hingga akhirnya terasa penuh, namun konser belum juga dimulai. Para sahabat NOAH (sebutan para fans) mulai meneriakkan nama saya…ups… Ariel maksudnya….hehehe. Beberapa kalangan artis terlihat, seperti Arel vokalis Niji, Dea Ananda, Anisa Pohan, Mona dan suami, Widi AB Three, Nadia Vega, artis kawakan seperti Camelia Malik pun hadir menonton, dan juga ada Gading Martin yang sepertinya menjadi presenter liputan untuk salah satu stasiun TV.

Teriakan sahabat NOAH terdengar beberapa kali. Sekitar pukul 21.20 sound system pun mulai dimainkan, dibalik tabir penutup panggung terlihat pergerakan sosok pemain yang sedang mengatur posisi. Dua big screen kiri-kanan menampilkan video perjalanan NOAH di beberapa negara dan kota di Indonesia. Saat-saat yang dinantikan pun tiba, Semua lampu dimatikan, teriakan penonton mulai menjadi-jadi, dan tepat sekitar pukul 21.30 tabir penutup panggung pun dibuka. Alunan lagu “Topeng” pun terdengar seiring dengan gemuruh teriakan penonton menandai dimulainya konser malam itu.

Para pentolan band NOAH sudah berada di atas panggung, Lukman (gitar), Uki (gitar), Rezza (drum) dan David (keyboard), serta didukung oleh pemain tambahan pada bass. Konser ini dikawal oleh Oni n Friends Orchestra. Teriakan penonton semakin menjadi manakala saya…ee… Ariel muncul berlari di atas panggung sambil menyanyikan bait pertama dari lagu topeng dengan tampilannya yang mempesona, memakai jaket coklat dan kacamata. Penonton pun menyambut ikut berlompatan dan bernyanyi bersama.

Setelah berhasil membakar penonton dengan lagu Topeng, giliran single di album kedua mereka berjudul “Ada Apa Denganmu” berkumandang di panggung yang megah. Tatanan lampu yang disajikan oleh promotar sangat memukau. Para penonton pun menyambut lagu kedua ini dengan nyanyi bersama, tanpa di komando. Begitu selesai, giliran lagu “Walau Habis Terang”, kemudian dilantunkan. Disini Ariel sang vokalis mulai menanggalkan jaket dan kacamata yang disambut teriakan sahabat Noah, hmmmmm….apa hubungannya ya melepas jaket dengan teriakan penonton, hahaha.

Kemudian giliran lagu dari album terbaru mereka “Hidup Untukmu, Mati Tanpamu” dilantunkan. Selanjutnya adalah lagu “Terbangun Sendiri”. Penampilan Ariel dan personil yang lain cukup atraktif, sesekali Uki dan Lukman berganti tempat. Saya pun begitu, mobile alias berganti tempat mencari angle yang pas. Selepas lagu ini Ariel mulai memainkan emosi penonton dengan meneriakkan kata “lanjuuuut” dan disambut teriakan balasan dari penonton. Ariel lalu mengambil gitar akustik, lagu “‘Di Atas Normal pun berkumandang diiringi permainan saxophone, terompet, dan trombone dari band pengiring yang membuat lagu ini begitu menarik. Penonton pun seperti terhipnotis bergoyang mengikuti irama musiknya yang diaransemen ulang sehingga terdengar sangat asyik.

Kharisma Ariel memang cukup menonjol, namun dia  sangat bisa menempatkan hal tersebut sehingga penampilan band-nya sendiri semenarik kharisma dia sendiri. Seperti dalam lagu selanjutnya, “Aku Dan Bintang”, Ariel meminta penonton yang mambawa handphone untuk mengangkat dan menyalakan handphone masing-masing sehingga tercipta suasana kerlipan cahaya syahdu dari layar handphone tersebut. Saya sendiri bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain mencoba mengabadikan moment yang tepat untuk semua pentolan band.

NOAH kemudian membawakan lagu dari almarhum Chrisye berjudul “Menunggu” dan kemudian dilanjutkan dengan lagu “‘Sendiri Lagi”. Penonton pun terbawa suasana dimana seolah almarhum Chrisye hadir dipanggung tersebut. Selepas lagu ini, suasana agak hening seketika. Selang beberapa waktu kemudian David sang keyboardis memainkan intro dari lagu “Tak Ada Yang Abadi”. Kemudian disusul kemunculan sosok sang pentolan orchestra, mas Oni yang meniupkan saxophone memainkan lagu tersebut hingga menciptakan instrumen yang indah. Dari sisi kanan panggung tiba-tiba Ariel masuk sambil memainkan juga alat musik tiup tersebut. Penontonpun menyambut dengan teriakan mengiringi permainan mereka sampai akhirnya Ariel menyanyikan bagian reff lagunya. Benar-benar tontonan yang memukau, didukung tatanan lampu yang ciamik.

Selepas lagu tersebut, Ariel maju ke depan panggung dan bercerita pengalaman nyata dia selama mendekam di balik jeruji, dia bercerita bagaimana seorang sahabat memberikan dia gitar kecil dan dari gitar tersebut dia menciptakan beberapa lagu yang salah satunya dia beri judul “‘Dara”, Ariel kemudian menyanyikan lagu tersebut dengan sangat merdu seolah ingin membawa emosi penonton merasakan bagaimana suasana dia waktu di dalam penjara.

Dari suasana yang syahdu tersebut, NOAH kemudian melantunkan lagu mereka yaitu “Raja Negeriku”, disini Ariel tampil dengan memainkan gitar listrik dan pada bagian reff terdengar suara bung karno. Sungguh berpaduan penampilan tematik yang sangat baik. Setelah lagu Raja Negeriku, maka giliran lagu “Menghapus Jejakmu” dilantunkan. Baru separoh dinyanyikan maka muncul kemudian para pentolan group band Alexa yang menyanyikan lagu dari Coldplay berjudul “Viva La Vida”. Panggung pun diambil alih oleh Aqi dan kawan-kawan. Penampilan Alexa tidak kalah memukau, terbukti para penonton ikut bernyanyi bersama sang vokalis yang juga sangat atraktif menyapa penonton. Di penghujung penampilan Alexa, tiba-tiba perhatian penonton beralih ke tengah-tengah, tepatnya si atas para kru dari SCTV. Rupanya disana sudah ada David dan Ariel duduk santai sambil menyaksikan Aqi cs beraksi di depan mereka. Begitu Alexa menuntaskan lagu penutup sorot mata penonton tertuju ke David dan Ariel. Saya pun dengan beberapa photograper langsung merapat ke lokasi.

Dari posisi ini, Ariel menyapa para penonton yang berada di bagian VIP dan juga tribun. Suasana menjadi sangat akrab. David mulai memainkan keyboardnya, lagu “Puisi Adinda” pun terdengar dari mulut Ariel. Penonton kembali terhanyut dalam suasana syahdu. Lepas dari lagu tersebut Ariel kembali menyapa penonton, dia mengatakan untuk selanjutnya dia akan membawakan lagu orang lain, penonton menebak lagu apa gerangan yang akan dinyanyikannya. Kembali David memainkan keyboardnya, begitu mendengar alunan instrumen pembuka yang dimainkan David para penonton yang bisa menebak lagu tersebut mulai berteriak, ya… “Someone Like You” yang dipopulerkan Adele melantun manis dari mulut Ariel. Sekali lagi Ariel memainkan emosi para penonton hingga akhir dari lagu tersebut.

Ariel dan David kemudian undur dari tempat tersebut dan kembali menuju panggung utama. Tanpa harus menunggu mereka berdua, diatas panggung terdengar alunan irama tradisional, kali ini giliran lagu “Sahabat” terdengar syahdu. Setelah itu NOAH pun mengebrak kembali. Lagu “Jika Engkau” melantun keras, lalu kemudian disusul “Jika Engkau”  dan “2DSD” terlantunkan dengan mantab. Kemudian Ariel cs kembali menyanyikan lagu milik band lain yaitu “Iris” yang dipopulerkan oleh Goo Goo Dolls. Penonton pun tanpa merasa lelah ikut bernyanyi bersama Ariel. Selanjutnya, single lama mereka yang berjudul ‘Khayalan Tingkat Tinggi’ tak luput dibawakan. Sekali lagi penonton tanpa merasa lelah ikut bernyanyi dan berlompatan. Saya pun tanpa merasa lelah mondar mandir ke sisi kiri, tengah dan kanan panggung, mencoba mencari moment yang tepat untuk diabadikan.

Lepas dari lagu “Khayalan Tingkat Tinggi”, kembali NOAH menggebrak panggung dengan lagu yang cukup atraktif dari group band Nirvana. “Smell Like Teen Spirit” pun melantun keras, membakar kembali semangat dan emosi penonton untuk terus berteriak dan berlompatan mengikuti kerasnya alunan musik dari lagu tersebut. Lagu ini terus terang salah satu lagu favorit saya pada masanya, sehingga disini saya tidak begitu concern memotret dan ikut terbawa suasana, hmmm….. tukang potret juga manusia…hahahahaha.

Dari suasana hingar bingar, kemudian Lukman maju ke depan panggung. Sorotan lampu pun hanya tertuju padanya, dari guitarnya mulai terdengar alunan instrumen yang menyayat, melengking nyaring dan bersih. Cukup lama penonton dihipnotis oleh permainan instrumental dari gitar Lukman, sampai akhirnya Ariel menyanyikan bagian ujung reff dari lagu hits mereka “Separuh Aku”. Tanpa harus dikomando, teriakan histeris dan tepuk sorai penonton pun bergemuruh, dan…lagu “Separuh Aku” pun berkumandang. Para penonton seperti tidak mau melepas kesempatan ini, dari bait pertama hingga akhir mereka ikut bernyanyi bersama sang vokalis. Hmmm….. sungguh suasana yang sangat memukau.

Sebagai penutup konsernya, NOAH membawakan lagu “Cobalah Mengerti”. Penonton tahu jika lagu tersebut adalah lagu terakhir karena di awal lagu Ariel sempat menyemangati penonton dan berteriak meminta penonton untuk ikut bernyanyi karena lagu tersebut adalah lagu terakhir dari mereka. Suasana di hall tersebut menjadi bergemuruh dengan teriakan dan lompatan penonton yang ikut bernyanyi dengan Ariel. Sekitar pukul 00.30 konser pun usai. Para pentolan NOAH berdiri bersama di atas panggung dan memberikan salam hormat serta aplus kepada para penonton. Saya sendiri cukup puas dengan penampilan NOAH. Biarpun ditandai dengan ketidaknyamanan pada saat antrian menunggu pintu masuk dibuka, dan juga sesekali terdengar suara sound system yang tidak nyaman di beberapa lagu, namun in general konser ini cukup sukses.

Zasmi Arel_IMG_5645-2

Zasmi Arel_IMG_5548-3

Zasmi Arel_IMG_5662-2

Zasmi Arel_IMG_5543-3

Zasmi Arel_IMG_5672-2

Zasmi Arel_IMG_5607-3

Zasmi Arel_IMG_5679-2

Zasmi Arel_IMG_5560-3

Zasmi Arel_IMG_5627-2

Zasmi Arel_IMG_5620-3

Zasmi Arel_IMG_5601-2

Zasmi Arel_IMG_5671-2

Zasmi Arel_IMG_5688-2

 

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: