Concert Review, Edisi Music

Jazz Traffic Festival 2014: Fariz RM Bernostalgia melalui Lagu Barcelona

Zasmi Arel_IMG_6722-0

GO-STAGE.com – Fariz Roestam Moenaf atau yang lebih dikenal dengan Fariz RM mengajak penonton bernostalgia di ajang Bank Jatim Jazz Traffic Festival 2014 yang digelar di Grand City Mall, Surabaya. Tampil pada hari pertama, Sabtu (22/11/2014) Fariz RM tidak tampil sendirian, dia mengusung Totong Wicaksono dan Tiwi Shakuhachi. Trio ini menyulap panggung Exhibition Hall menjadi ajang nostalgia dengan tembang era tahun 80-90 an.

Fariz RM dikenal sebagai seorang penyanyi sekaligus musisi senior Indonesia. Karya emasnya di antaranya lagu Nada Kasih, Panggung Perak, Barcelona, Sakura yang hingga kini masih kerap diperdengarkan oleh sejumlah penyanyi. Totong Wicaksono dikenal sebagai mantan gitaris grup Canizarro yang sempat populer tahun 90-an. Ia merupakan salah satu founder Canizzaro yang memiliki kemampuan dalam membuat lagu dan aransemen musik dengan notasi dan harmonisasi yang sangat manis. Sementara Tiwi Shakuhachi merupakan seorang vokalis dan dengan suara yang unik dan juga seorang pianis dan accordionist.

Totong Wicaksono tampil dimuka dengan permainan musik instrumentalnya. Disini Totong memperlihatkan kepiawaiannya mengolah nada lewat petikan gitarnya. Kemudian Totong memanggil Fariz RM untuk tampil. Fariz pun menggebrak panggung Exhibition Hall, Grand City Surabaya dengan tembang lawas “Selangkah di Seberang” dan “Barcelona”. Penonton benar benar diajak bernostalgia dengan lagu tersebut.

Di kesempatan berikutnya Fariz RM berduet dengan Tiwi membawakan lagu “Nada Kasih”. Lagu ini diaransemen sedemikian rupa sehingga nuansa jazznya lebih kental. Meskipun beberapa bagian nada yang dilantunkan Fariz tidak klop dengan musiknya karena terdapat sedikit gangguan teknis dari alat pendengar yang dipergunakan Fariz, namun tidak mengurangi hasrat penonton untuk turut bernyanyi.

Pada beberapa nada tinggi terlihat Fariz RM agak kewalahan, namun suaranya tetap nyaring terdengar. Mungkin faktor umur juga mempengaruhi performanya.

Totong mengatakan bahwa dia pernah tinggal di Surabaya, sementara Fariz RM mengatakan bahwa penggemarnya di Surabaya cukup tinggi. Oleh karenanya, baik Fariz maupun Totong sangat antusias mendapat kesempatan untuk manggung di acara Jazz Traffic Festival tahun ini. (All photos by Zasmi Arel)

Zasmi Arel_IMG_6711-0 Zasmi Arel_IMG_6714-0 Zasmi Arel_IMG_6726-0 Zasmi Arel_IMG_6734-0 Zasmi Arel_IMG_6744-0 Zasmi Arel_IMG_6750-0 Zasmi Arel_IMG_6754-0 Zasmi Arel_IMG_6755-0 Zasmi Arel_IMG_6756-0 Zasmi Arel_IMG_6764-0 Zasmi Arel_IMG_6770-0 Zasmi Arel_IMG_6771-0 Zasmi Arel_IMG_6773-0

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: