Concert Review, Edisi Music

BON JOVI Live in Jakarta 2015

Zasmi Arel_IMG_1965-4

GO-STAGE.com – Bon Jovi, akhirnya datang ke Indonesia. Pada Jum’at, 11 September 2015, bertempat di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, group band rock asal New Jersey, Amerika Serikat ini tampil dalam konser tunggal mereka.

Seperti yang diketahui bahwa group band rock legendaris ini pertama kali menggelar konser di Indonesia pada 1995 silam.Kini, setelah 20 tahun berselang, kerinduan para penggemar mereka di tanah air terobati. Adalah Live Nation Indonesia yang mempromotori kedatangan mereka dengan konser yang bertajuk “BONJOVI Live in Jakarta 11 September 2015”. Dilansir 40 ribu tiket yang disediakan untuk berbagai kelas ludes terjual. Padahal harga tiketnya tidak murah, untuk kelas VIP dibandrol dengan harga Rp 3,500,000, Festival A Rp 1,250,000, Festival B Rp 950,000, Lower Tribune Rp 750,000, dan yang termurah adalah Upper Tribune seharga Rp 500,000.

Untuk panggung sendiri pembuatannya sudah dilakukan seminggu sebelumnya. Dimensi (panggung) berukuran 25 x 12 meter, tinggi panggung 2 meter, dan tinggi rigging 18 meter. Dekorasi dibuat minimalis dengan drape dan backdrop. Konsep minimalis ini juga terasa dalam kapasitas tata suara dan tata pencahayaan yang disediakan promotor. Selain itu, dua layar LED juga sudah disiapkan di sisi panggung. Sedangkan untuk sound system dan lighting yang dipakai adalah sound 80.000 watt dan lighting 35.000 watt.

Tepat pukul 19.00 konser dimulai dengan penampilan Sam Tsui yang dinobat sebagai penyanyi pembuka. Penonton sepertinya tidak banyak tahu lagu yang dibawakan, namun tetap mencoba menikmati. Sam Tsui tampil sekitar 30 menit. Dan begitu Sam Tsui selesai penonton berteriak “Bon Jovi, Bon Jovi!”

Sekitar pukul 19.45, Judika tampil di atas panggung. Penonton pun bersorak. Judika berdiri tegap di tengah panggung dan tanpa banyak bicara dan tanpa diiringi alat musik Judika menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Penonton yang tadinya bersorak gaduh sontak terdiam hening. Namun suasana hening tersebut hanya sesaat berubah menjadi koor massal. Beberapa penonton yang tadinya duduk berdiri tegap. Tanpa dikomandoi, lagu Indonesia Raya bergema seantero Stadion Utama Gelora Bung Karno yang membuat merinding.

Begitu bait terakhir lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan, penonton bersorak dan bertepuk tangan. Sekali lagi tanpa sepatah kata pun Judika melambaikan tangan dan undur diri dari atas panggung. Lampu panggung kembali dimatikan. Foster Sam Tsui yang terpasang di bagian depan tengah panggung mulai dibongkar oleh petugas. Begitu selesai, lampu pun dipadamkan kembali. Penonton pun bersorak memanggil nama Bon Jovi, mengira mereka akan tampil setelah itu. Namun beberapa lama ditunggu tetap belum ada tanda-tanda mereka akan tampil, terlihat kru Bon Jovi mondar mandir melakukan persiapan di panggung. Penonton mulai kegerahan, alunan musik pengantar dari pihak sponsor yang diputar secara terus menerus menjadi teman kekosongan panggung.

Sekitar pukul 20.30 lampu panggung dinyalakan, dari sisi kanan dalam terlihat personil Bon Jovi bersiap-siap. Selang beberapa menit kemudian satu persatu personil Bon Jovi, David Bryan (keyboard), Tico Torres (drum), Hugh McDonald (bass), Phill X (additional Gitar pengganti Richie Sambora), dan Matt O’ree (gitaris tambahan yang menggantikan Bobby Bandiera) tampil ke panggung. Kemunculan mereka sontak disambut riuh 40.000 penonton yang sudah memadati gedung GBK sejak sore hari.

Suasana dalam gedung GBK semakin bergemuruh begitu Jon Bon Jovi tampil di panggung. Mengenakan kaos hitam tanpa lengan dan celana hitan serta gitar listrik Jon langsung mengomandoi untuk membuka konser dengan lagu pembuka “That’s What The Water Made Me”. Penonton yang sudah lama menanti sontak bergerak dan turut bernyanyi. Jon pun tidak kalah enerjiknya. Dia secara bergantian membakar suasana dengan bergerak ke kiri dan ke kanan panggung.

Begitu lagu pertama selesai Jon berteriak “One, Two Three!!” dan lagu kedua pun Who Says You Can’t Go Home” terdengar. Histeria penonton semakin menjadi. Ajakan Jon untuk mengangkat tangan disambut gempita oleh penonton. Seperti lagu pertama begitu lagu kedua berakhir Jon kembali memberikan aba-aba, lagu “Lost Highway” pun terdengar. Jon sepertinya benar-benar ingin menguras emosi penonton dengan pembukaan konser tanpa jedah dan basa basi.

Begitulah, tiga lagu pembuka yang berhasil membakar animo penonton. Sebelum melanjutkan, Jon Bon Jovi menyapa penonton dengan bahasa Indonesia, “Hello! apa kabar? Good evening jakarta! It’s good to be back. It’s been a long long time. We’ve got a long way to go tonight. So let’s get on with the jet lag. Come on!

Sapaan Jon ini disambut riuh penonton seantero Gelora Bung Karno. Setelahnya, tanpa banyak bicara lagu “Raise Your Hand” pun dimainkan. Kemudian “You Give A Bad Name” menyusul dinyanyikan. Suasana GBK mulai memanas. Semua tangan terangkat dan penonton terutama yang berada di areal Festival berjingkrak dan ikut bernyanyi. Seolah tidak mau mengendorkan semangat penonton, Bon Jovi lanjut memainkan “Born to Be My Baby“. Karaoke masal pun terdengar tak terbendung.

Suhu udara dan suasana di dalam Gelora Bung Karno makin panas. Beberapa penonton di baris paling depan areal festival mulai kewalahan, bahkan ada beberapa yang gak kuat dan akhirnya ditolong oleh petugas yang berjaga di barikade paling depan keluar dari areal festival. Sadar penonton mulai kewalahan, panitia berinisiatif men-drop aqua gelas ke penonton di areal festival. Sikap ini patut diacungi jempol.

Setelah memainkan lagu keenam Jon kembali berbicara. Kali ini dia memberitahu mereka akan memainkan single terbaru mereka, dan surprisenya lagu tersebut baru pertama kali ini mereka mainkan. “We Don’t Run” pun terdengar. Meskipun banyak yang belum hafal, tapi terlihat penonton tetap semangat mengikuti irama musik yang dimainkan.

Animo penonton kembali terbakar begitu lagu “It’s My life” dimainkan. Kemudian menyusul “Because We Can“,  “Saturday Night”, “What About Now”, “We Got It Going On“, “In These Arms“, “Wanted Dead or Alive“, dan “I’ll Sleep When I’m Dead”. Setelah itu suasana sempat hening sejenak, lalu terdengar betotan bass Hugh McDonal memainkan intro “Keep The Faith”. Sampai sejauh ini penonton terus ikut bernyanyi bersama tanpa dikomandoi. Di lagu Keep The Faith Jon memainkan gerakan-gerakan luwes yang membuat histeria penggemarnya. Cukup diacungi jempol juga stamina Jon Bon Jovi.

Lagu “Bad Madicine” menjadi lagu giliran berikutnya. Bon Jovi terus mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Dan setelah lagu ini Jon beserta personil yang lainnya undur diri dari atas panggung, “Terima kasih! Thank you! Thank you very much! Goodnight!”. Begitulah teriakan akhir Jon Bon Jovi sambil berlalu ke backstage. Penonton pun spontan berteriak “Need one more!”.

Sekitar lima menit kemudian personil Bon Jovi kembali muncul di panggung. Kali ini Jon berganti kostum mengenakan jaket hitam dengan gitar. Melempar senyum kepada penonton dan tanpa banyak bicara mulai memainkan gitar. Lagu “Run Away” dan “Have A Nice Day” pun terdengar.

Setelah itu suasana di atas panggung hening dan redup. Jon berdiri ditengah panggung dan mulai memainkan gitarnya kembali. Penonton sedikit menerka lagu apa yang sedang dimainkan. Bait pertama masih belum jelas. Begitu masuk ke pertengahan lagu penonton baru jika lagu yang dimainkan adalah “”Living On A Prayer” yang diubah aransemen depannya. Tapi selanjutnya aransemennya dikembalikan ke versi aslinya. Penonton pun spontan kembali mengangkat tangan, berjingkrakan dan bernyanyi bersama. Koor masal pun terus terdengar.

Lagu “Living On A Prayer” ternyata menjadi lagu terakhir dari konser malam itu. Para personil Bon Jovi berpelukan, bergandengan tangan dan melambaikan tangannya ke udara. Mereka kemudian memberi hormat pada penonton. “Terima kasih! Thank you! Thank you very much! Aku cinta Indonesia!”, itulah kalimat terakhir Jon Bon Jovi sekaligus menutup penampilan mereka. Sekitar Pukul 22.30 konser pun selesai.

Zasmi Arel_IMG_1939-2 Zasmi Arel_IMG_1943-2 Zasmi Arel_IMG_1945-2 Zasmi Arel_IMG_1950-2 Zasmi Arel_IMG_1960-2 Zasmi Arel_IMG_1962-2 Zasmi Arel_IMG_1973-2 Zasmi Arel_IMG_1974-2 Zasmi Arel_IMG_1976-2 Zasmi Arel_IMG_1985-2 Zasmi Arel_IMG_1999-2 Zasmi Arel_IMG_2007-2 Zasmi Arel_IMG_2013-2 Zasmi Arel_IMG_2019-2 Zasmi Arel_IMG_2030-2 Zasmi Arel_IMG_2051-2 Zasmi Arel_IMG_2054-2 Zasmi Arel_IMG_2063-2 Zasmi Arel_IMG_2066-2 Zasmi Arel_IMG_2076-2

Zasmi Arel_IMG_2114-2 Zasmi Arel_IMG_2119-2 Zasmi Arel_IMG_2122-2 Zasmi Arel_IMG_2123-2 Zasmi Arel_IMG_2127-2

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

One thought on “BON JOVI Live in Jakarta 2015

  1. Wah fotonya keren Mas, tertangkap banget enerjiknya mereka dan lincahnya permainan cahaya di atas panggung itu :hehe. Hebat juga Bon Jovi ini, dengan usia yang sudah tidak muda lagi tapi mereka masih terlihat segar dan kuat berpentas di atas panggung disaksikan ribuan penggemar setia :hehe. Kalau meliput konser seperti ini, mesti pakai izin ke pihak penyelenggara jugakah, Mas? Soalnya setahu saya tidak dibolehkan membawa kamera ke dalam ruang konser…

    Posted by Gara | 16 September 2015, 7:43 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: