Concerts Review

Ed Sheeran Memuaskan Fansnya Lewat Konser “Divide World Tour 2019” di Jakarta

Photo by Official PK Entertainment, Sound Rhythm and AEG Presents

GO-STAGE.com – Ed Sheeran, akhirnya tampil memuaskan fansnya di Jakarta. Setelah sempat gagal dan tertunda dua tahun, lewat konser tunggalnya “Divide World Tour 2019” yang digelar pada Jumat 3 Mei 2019 bertempat di GBK Senayan, Jakarta, Ed Sheeran mampu mengobati kerinduan para fans-nya secara langsung.

Adalah hasil upaya dari promotor PK Entertainment, Sound Rhythm dan AEG Presents yang sukses mendatangkan dan menggelar konser penyanyi sekaligus penulis lagu asal Inggris ini di Jakarta. Begitu kuatnya kharisma seorang Ed Sheeran lewat karya-karyanya yang hanya bermodalkan gitar akustik dan tampil seorang diri tanpa band pengiring, hingga lebih dari 50 ribu penonton yang hadir di stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan.

Tanpa basa basi, Ed Sheeran membuka penampilannya malam itu dengan lagu “Castle on the Hill”. Sosoknya yang tiba-tiba muncul di atas panggung dan langsung memainkan gitar akustiknya sontak membuat penonton kaget dan akhirnya histeria. Tepuk tangan, goyangan dan nyanyian bersama terdengar mengikuti penampilan pembukanya.

Baru selepas lagu pembuka Ed Sheeran menyapa penonton yang tentunya disambut sorakan dan tepuk tangan. Ia tak lupa menyampaikan permintaan maaf atas pembatalan kedatangannya pada 2017 silam, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kesabaran untuk tetap menunggunya

Ed Sheeran melanjutkan penampilannya dengan lagu “Eraser”. Pada lagu ini ia menunjukkan kepiawaiannya dalam ngerap. Pada lagu berikutnya “The A Team” yang mendayu-dayu, Ed Sheeran seperti ingin mengajak penonton kembali ke masa dimana ia mengawali karirnya. Ia juga mengajak penonton untuk menyalakan flash light di ponsel masing-masing yang menambah kesyahduan pada lagu tersebut.

Tidak mau membuat penonton terhanyut suasana syahdu, pada kesempatan berikutnya Ed Sheeran kembali menaikkan ritme penampilannya dengan membawakan “Don’t” dan “New Man”. Pada kedua lagu tersebut kembali ia memperlihatkan kemampuannya dalam mengolah kata dalam tempo yang cepat. Disusul dengan lagu “Dive” yang disambut penonton dengan bernyanyi bersama dengannya.

Konser Ed Sheeran bisa dibilang berbeda dengan konser dari musisi pada umumnya. Tampil seorang diri tanpa band pengiring, Ed Sheeran mengandalkan kekuatan dari tiga faktor, vokal, permainan gitar dan teknik loop station.

Melalui teknik loop station memungkinkan ia merekam bunyi gitar serta vokalnya, dan dimainkan ulang secara playback untuk mendapatkan sound yang berlapis. Hasilnya, ia bisa bernyanyi ditemani dengan musik yang beragam tanpa perlu menghadirkan alat musik pengiring. Dan semuanya bisa berlangsung secara live.

Hampir di semua lagunya Ed Sheeran menggunakan teknik looping dan sangat terdengar jelas saat ia membawakan lagu “Bloodstream”. Di lagu ini ia membuat layer vokalnya menjadi dua lapis sebagai intronya yang tak ayal membuat penonton berteriak kagum dengan kemampuan yang ditunjukkannya.

Pada lagu berikutnya, Ed Sheeran membawakan salah satu lagu ciptaannya yang menjadi terkenal dibawakan oleh penyanyi kelas dunia lainnya Justin Bieber, “Love Yourself”. Begitu ia menyebutkan lagu yang akan dibawahkannya sontak penonton kembali berteriak dan tak bisa dihindari gelora bung karno malam itu lagi lagi menjadi ajang karaoke massal.

Setelah itu Ed Sheeran membawakan lagu “Tenerife Sea”, kemudian Medley “Kiss Me” dan “Give Me Love”, serta lagu “Galway Gal” dan disambung “I See Fire” yang merupakan soundtrack film The Hobbit: The Desolation of Smaug.

Pada sesi berikutnya Ed Sheeran sepertinya sengaja menempatkan beberapa lagu yang dia yakini sangat dinanti oleh penonton malam itu. Diawali dengan “Thinking Out Loud” dan dilanjutkan dengan “Photograph” menjadi rangkaian lagu-lagu sing-along yang sudah ditunggu-tunggu sejak awal, Klimaksnya adalah lagu “Perfect”. Sungguh teramat sulit dituliskan dengan kata-kata suasana romantis yang terjadi malam itu saat lagu-lagu tersebut dimainkan.

Lagu bernuansa Irlandia yang menghentak “nancy Mulligan” menjadi pilihan lagu berikutnya yang ia mainkan. Setelahnya Ed Sheeran menyampaikan bahwa lagu yang akan dibawakan berikutnya “Sing” adalah merupakan lagu terakhir. Ed Sheeran pun menghilang dari panggung.

Konser rupanya belum berakhir. Selang beberapa saat kemudian Ed Sheeran muncul kembali. Yang lebih mngejutkan Ed Sheeran muncul dengan berganti kostum mengenakan kaos putih berlogo timnas Indonesia. Hal ini tentunya membuat penonton yang tadinya sudah bersiap beranjak kembali histeria. Ed Sheeran pun mengajak penonton bergoyang dengan encore nya yang pertama “Shape Of You”.

Seraya menyampaikan ungkapan terima kasih atas sambutan penonton yang begitu luar biasa Ed Sheeran akhirnya benar-benar menutup rangkaian konsernya malam itu dengan lagu “You Need Me”.

Photo by Official PK Entertainment, Sound Rhythm and AEG Presents

Photo by Official PK Entertainment, Sound Rhythm and AEG Presents

Photo by Official PK Entertainment, Sound Rhythm and AEG Presents

About Admin

Music, Event, Traveling & Lifestyle News and Photography

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Copyright © 2019 GO-STAGE.com Email: info@go-stage.com