
GO-STAGE.com – Ini dia penampilan yang bikin penasaran sejak line up Synchronize Fest 2026 diumumkan, Punk Sejak Dini, mengusung segmen khusus, panggung ini sukses menyatukan tiga unit kolektif punk dari latar belakang usia dan generasi yang berbeda, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD), remaja SMA, hingga musisi dewasa.
Ketiga nama unik yang didapuk mengisi manifesto pergerakan regenerasi punk malam itu adalah Sakinah Mawaddah Warahmah (Samawa), Sukses Lancar Rejeki (SLR), dan Sukatani, duo elektronik punk asal Purbalingga.
Penampilan menggebrak dari Sakinah Mawaddah Warahmah (Samawa), unit hardcore punk asal Bogor mengawali set malam itu. Band keluarga ini langsung mencuri perhatian karena formasi lintas generasinya yang sangat nyata. Sang vokalis utama, Wulan Estriyani tampil penuh energi meski sedang hamil 9 bulan berbagi mikrofon dengan anak perempuannya yang masih duduk di bangku SD, Zea Samawa.
Didampingi sang ayah dan paman pada instrumen, Zea dengan lincah memandu penonton melakukan mosh pit. Ketika lagu hit mereka, “Abi Jangan Tiduran Terus”, dikumandangkan, lirik komikal khas keseharian anak-anak dibalut aransemen musik punk yang super agresif dan bertempo cepat.
Estafet panggung kemudian beralih ke Sukses Lancar Rejeki, trio punk asal Bekasi yang beranggotakan pelajar SMA. Membawa materi dari album mereka yang berjudul Bisa Meledak, SLR berhasil menyuarakan keresahan jujur khas remaja sekolah.
Lagu-lagu yang membahas hilangnya pulpen di kelas, urusan toilet sekolah, hingga momen pergi ke pasar bersama ibu dibawakan secara ugal-ugalan namun sangat intim bagi penonton. Kejutan visual pun dihadirkan oleh sang vokalis, Mahesa, yang naik ke panggung menggunakan topeng khas menyerupai personil Sukatani, mempertegas ikatan emosional antar-band dalam proyek ini.
Selanjutnya, bertindak sebagai penasihat sekaligus guru pengarah dalam segmen ini, duo Sukatani giliran naik ke panggung. Kehadiran musisi yang juga berprofesi asli sebagai guru ini menjadi benang merah kuat yang menghubungkan transisi antar-generasi.
Puncak kehebohan di XYZ Stage terjadi di akhir set saat ketiga band kembali naik ke panggung untuk melakukan kolaborasi. Mereka bersama-sama membawakan nomor andalan milik Sukatani yang berjudul “Gelap Gempita”. Seluruh penonton larut dalam koor massal yang emosional sekaligus membakar semangat.