Edisi Umum

Julia Perez: Sensasional Dunia Politik di Indonesia

GOSTAGE.com – Julia Perez dipinang jadi Calon Wakil Bupati Pacitan!  Itu lah setidaknya pemberitaan yang sedang hangat dibahas pada akhir maret dua ribu sepuluh. Ketika pertama kali membaca pemberitaan tersebut, saya tidak habis pikir, seorang Julia Perez yang sudah menyatu dengan image artis hot, seksi, vulgar dengan berbagai pemberitaan miring di media massa akan dicalonkan menjadi orang nomor dua di Pacitan. Mari kita menilai dari pandangan kacamata orang awam seperti saya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia politik di Indonesia yang dimotori oleh partai-partai politik sangat bergantung pada aspek popularitas. Artinya politik tanpa popularitas ibarat makanan tanpa garam dan gula, hambar. Popularitas ini bisa disandingkan dari image para tokohnya, image partai itu sendiri, maupun image program yang direncanakan. Sosok Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudoyono, Amin Rais, Alm. Gus Dur misalnya diakui sebagai contoh popularitas tokoh yang turut mendongkrak keberadaan partai yang dimotorinya. Contoh lain, program kerja yang ditawarkan PKS dan Gerindra yang dinilai realistis dengan kondisi masyarakat juga diakui sebagai bentuk popularitas yang mampu mendongkrak image partai tersebut.

Ketika berbicara pemilu, perolehan suara mayoritas tentunya menjadi tujuan utama dari popularitas yang mereka manfaatkan. Begitu juga bicara tentang pemilihan anggota dewan (baik di pusat maupun di daerah) dan pemilihan kepala daerah, bahkan pemilihan tampuk pemimpin tertinggi di negeri ini maka aspek popularitas juga yang mereka manfaatkan untuk mendongkrak – sekali lagi – perolehan suara dari calon yang mereka usung.

Pematangan strategi kemenangan pun terus dikembangkan oleh setiap pemikir pada masing-masing partai. Ketika aspek popularitas tokoh sentral dan program dinilai masih kurang, maka dicari aspek lain yang ampuh dalam mendongkrak kemenangan. Lalu kemudian muncullah pengedepanan aspek sensasional. Artinya bagaimana caranya menggandengkan aspek popularitas tersebut dengan kondisi sensasional yang berkembang di masyarakat. Para pemikir partai mulai melirik public figure yang dinilai sebagai personil yang dekat atau minimal dikenal oleh masyarakat dari berbagai lapisan.  Sekali lagi, tujuan utamanya tidak lain dan tidak bukan untuk mendongkrak perolehan suara partainya. Nah, sosok public figure yang paling cepat lekat di masyarakat adalah kalangan selebritis.

Selebritis masuk dunia politik? Itu adalah hal yang wajar dan lumrah, karena sebagai warga negara mereka juga memiliki hak yang sama untuk duduk di dalam anggota dewan, dicalonkan sebagai kepala daerah atau wakilnya, bahkan dicalonkan sebagai presiden atau wakilnya sekalipun. Sebut saja aktor Rano Karno yang sukses terpilih sebagai Wakil Walikota Tangerang dan juga aktor Dede Yusuf sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Dedi Mizwar pun sempat mencatatkan diri sebagai calon wakil presiden, meskipun akhirnya tidak jadi. Itu baru dari jabatan sebagai kepala daerah atau wakilnya, belum lagi kalangan selebritis yang duduk di kursi dewan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Fenomena selebritis yang tampil di dunia politik ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara lain pun terjadi. Di Filipina misalnya, aktor Joseph Estrada, pernah dipercaya sebagai Walikota San Jaun dan Presiden Filipina. Di Argentina, Penari Kabaret Isabel Peron dinobatkan menggantikan suaminya menjadi Presiden. Di Polandia, artis cilik kembar bersaudara Lech Kaczyñski dan Jarosaw Kaczyñski sempat menjabat Presiden dan Perdana Menteri pada saat yang sama.

Di Amerika Serikat, aktor Ronald Reagen pernah terpilih menjadi Gubernur California sebelum dipercaya menjadi Presiden. Aktor Sonny Bono yang juga mantan suami penyanyi terkenal Cher sempat dipercaya sebagai Wali Kota Palm Spring California. Penyanyi Jimmie Davis terpilih menjadi Gubernur Lousiana. Dan Aktor Arnold Schwarzenegger terpilih menjadi Gubernur California. Dan mungkin masih banyak kalangan seleberitis yang memegang tampuk kekuasaan di negaranya.

Sekali lagi, tidak ada yang salah jika kalangan selebritis maju sebagai pemegang tampuk pimpinan atau wakilnya di suatu daerah bahkan di negara ini sekali pun. Namun yang harus dipertimbangkan kemudian adalah sisi kapasitas dan kapabilitasnya. Pemimpin daerah misalnya, secara logika harus menguasai betul pokok pikiran, permasalahan bahkan akar budaya dari daerah yang akan dipimpinnya supaya program-program yang ditelorkannya pun tidak sekedar kalimat yang tertulis bagus di atas kertas atau pun slogan dalam spanduk di pinggir jalan, tapi juga tertanam di hati nuraninya. Tidak masuk akal misalnya, orang yang bukan kelahiran atau bahkan belum pernah menginjakkan kaki ke suatu daerah dicalonkan untuk memimpin daerah tersebut.

Kembali ke Julia Perez, dia adalah contoh salah seorang artis yang diambil (tepatnya dimanfaatkan) sisi sensasionalnya. Mengapa demikian, karena masyarakat mengenalnya sebagai artis lebih dari sisi sensasi yang dia munculkan. Di dunia nya sendiri, dunia selebritis, Julia Perez lebih melekat dengan image aktris hot, seksi dan vulgar. Saya pribadi pun menyukai Julia Perez lebih kearah pikiran laki-laki normal kebanyakan. Berita miring kehidupan pribadinya juga sudah begitu terbuka dan menjadi hidangan publik.

Image sang artis yang sedemikian sensasional tentunya disadari betul oleh para petinggi partai yang meminangnya. Bagi sang artis ini disebut sebagai sebuah peluang, kesempatan dan kepercayaan, alih-alih untuk berkontribusi untuk bangsa dan negara. Dan bagi partai yang meminangnya ini adalah sebuah strategi yang diharapkan dapat berhasil dalam mendulang perhatian dan tentunya kemenangan.

Pertanyaan besar yang muncul kemudian adalah, apakah semudah itu menentukan kriteria calon pemimpin? Bagaimana dengan pandangan dan penerimaan masyarakat di daerah tempat pencalonannya? Apakah hal tersebut juga sudah dipikirkan oleh para partai yang mengusungnya? Mari kita biarkan pertanyaan ini mengalir tanpa jawaban dan menjadi pe er bagi para pemikir partai di negeri ini.

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

2 thoughts on “Julia Perez: Sensasional Dunia Politik di Indonesia

  1. halo, salam kenal

    Posted by hudi | 21 April 2010, 12:16 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: