Edisi Music, Music News

Djakarta Warehouse Project (DWP) 2013

IMG_1173-1

Jumat, 13 Desember 2013, para pencinta house music kembali dimanjakan dengan diselenggarakannya pergelaran pesta akbar tahunan, Djakarta Warehouse Project (DWP). DWP 2013 diselenggarakan di Eco Park, Ancol. Tidak tanggung-tanggung, tiga stage disediakan oleh penyelenggara, yaitu  di Garudha Ice Land, Cosmic Station, dan Neon Jungle. Untuk posisi stage utama dipusatkan di Garudha Ice Land.

Pada DWP 2013 ini pihak penyelenggara kembali menghadirkan sederatan DJ lokal maupun internasional. Mereka tampil dan sudah dibagi-bagi per panggung. Panggung Neon Jungle, merupakan panggung yang berukuran paling kecil. Para DJ yang tampil di panggung ini adalah Adith –  Rummy, Smile Commanders, Dhunno (DJ Hunt), Schuldtz & Eve, Anton & Hogi Wirjono, Leamitre, Flight Facilities, Breakboat, Seth Troxler, dan Solomun.

Panggung Cosmic Station, diperuntukkan bagi penonton yang mempunyai tiket VIP. Jika Neon Jungle berwujud panggung terbuka, Cosmic Station merupakan panggung yang terletak di dalam gedung. Adapun DJ yang tampil di panggung VIP ini adalah Mjolnir, D.U.A (DJ Hunt), Justeen & Sliqq, Riri Mestica, Dipha Barus, Madeon, Arty, W&W, dan ditutup oleh penampilan Dj Showtek.

Sementara di panggung utama, yang cukup besar dan merupakan panggung terbuka menampilkan sederetan nama DJ, yaitu Aay & Joyo, Bone, Yasmin, Creme De La Creme, Angger Dimas, Martin Solveig, Zedd, Alesso, dan terakhir yang ditunggu-tunggu adalah DJ David Guetta.

Secara pribadi sebenarnya saya tidak begitu hafal dan kenal dengan para musisi atau DJ yang akan tampil. Jangankan judul lagu atau music mereka, nama-namanya pun saya ndak tahu. Namun ketidaktahuan tersebut justru membuat saya penasaran, semeriah apa sih ajang perhelatan akbar DWP tersebut. Niat saya yang terbesar tentunya meliput dan motret.

Saya berangkat bertiga bersama istri dan temannya. Perjalanan menuju Ancol sendiri terbilang penuh perjuangan, karena disamping macet jalanan Jakarta, juga tantangan hujan yang mengguyur. Kami berangkat dari daerah Gatot Subroto sekitar pukul setengah tujuh malam, singgah makan malam sebentar, dan baru mendapatkan parkir sekitar pukul sepuluh malam. Dari tempat kami parkir, sayup-sayup sudah terdengar alunan house music, karena menurut jadwal acaranya sendiri sudah dimulai dari pukul lima sore.

Agak beruntung, begitu parkir dan turun dari mobil hujan berhenti, tinggal gerimis kecil. Seharusnya ini pertanda bagus buat saya, karena jika hujan terus percuma, saya ndak bisa motret. Ternyata perkiraan saya meleset, begitu kami sampai di antrian pintu masuk hujan kembali deras, dan benar-benar deras.

Namun hujan bukan menjadi penghalang, para penonton yang sebagian besar para abg terus merapat ke lokasi panggung yang sudah disediakan. Kami akhirnya mendekati panggung yang terdekat dari pintu masuk, yaitu Neon Jungle. Disini sudah lumayan penuh. Sekali lagi hujan sepertinya bukanlah menjadi penghalang. Mereka memang datang untuk berpesta, bahkan kondisi hujan malah membuat sebagian besar  penonton semakin semangat bergoyang mengikuti irama music yang dimainkan oleh Dj di depan. Keberuntungan buat mereka, namun bencana buat saya. Waktu kami datang di panggung sedang main Flight Facilities. Saya mencoba mengikuti penonton lain bergoyang, dengan kondisi hujan begitu praktis saya tidak bisa mengeluarkan kamera, terlalu besar resikonya.

Begitu Flight Facilities mengakhiri penampilannya kami memutuskan untuk ke panggung utama di Garudha Ice Land. Hujan mulai berangsur reda dan benar-benar tinggal gerimis. Namun ternyata tetap tidak memihak dengan saya. Tiba di lokasi panggung utama, hambatan lain menanti. Hujan yang turun sejak awal acara telah membuat kondisi panggung utama menjadi kubangan lumpur, licin dan sesak dengan penonton. Tapi penonton yang berada disana tidak peduli dengan kondisi tersebut, pesta terus jalan. Alhasil hampir semua penonton yang hadir disana begitu keluar dari area seperti mandi lumpur. Beruntung di dekat lokasi ada kolam buatan, jadi mereka bisa mencuci bagian tubuh mereka yang terkena lumpur.

Sampai sejauh itu saya belum mendapatkan momen dan kondisi yang bagus untuk memotret. Meskipun hujan tinggal gerimis, kondisi area yang berlumpur membuat saya tetap menyimpan rapi kamera. Karena untuk merapat di panggung utama tidak mungkin, kami mencoba merapat ke panggung VIP. Kebetulan pintu untuk ruangan festivalnya dibuka. Namun kondisi sesak penonton di dalam ruangan mengurungkan niat saya untuk masuk.  Akhirnya kami merapat kembali ke panggung Neon Jungle, disini baru saya bisa mengeluarkan kamera dan mengambil beberapa foto DJ yang tampil.

Secara umum, meskipun diguyur hujan dari awal sampai akhir acara, pelaksanaan DWP 2013 berjalan lancar dan meriah. Hanya saja bagi saya pribadi yang datang dengan tujuan utama untuk memotret, hadir di DWP 2013 menjadi tidak begitu sukses. Tapi show must go on…berikut beberapa foto yang berhasil saya ambil.

IMG_1175-1

IMG_1178-1

IMG_1152-1

IMG_1140-1

IMG_1150-1

IMG_1157-1

IMG_1179-1

IMG_1155-1

IMG_1161-1

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: