Concert Review, Edisi Music

Konser “Musical” Trio Lestari Sukses Menggebrak Senayan

IMG_1597-1

Jumat,  19 Desember 2013, salah satu group vokal tanah air, Trio Lestari, mengadakan konser besar bertempat di Gedung Istora Senayan Jakarta. Konser mereka malam itu berbeda dengan konser-konser sebelumnya, mereka mengemasnya dalam sebuah panggung pertunjukkan (show) dengan mengusung tema musical.  Tak heran konser mereka dinamai “Trio Lestari Show Musical Concert”.

Trio Lestari adalah sebuah grup vokal yang digawangi oleh tiga orang penyanyi top negeri ini, yakni Glenn Fredly, Tompi, dan Sandhy Sondoro. Glenn Fredly (Ambon, 30 September 1975), memiliki nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo. Merupakan salah satu penyanyi solo pop R’nB papan atas Indonesia. Awal karirnya dimulai saat ia menjadi vokalis “Funk Section.” Dan kemudian bersolo karir pada tahun 1998 dan berhasil menelurkan album perdana yang bertajuk “GLENN.”

IMG_1615-1

Tompi (Lhokseumawe, Aceh, 22 September 1978), bernama lengkap Teuku Adifitrian. Selain sebagai penyanyi Jazz papan atas Indonesia, ia juga berprofesi seorang dokter bedah plastik lulusan Universitas Indonesia. Karakter vokalnya yang nge-Jazz sebagian besar dipengruhi oleh nyanyian tradisional Aceh dan mengaji.

Sandhy Sondoro (Jakarta, 12 Desember 1973), musisi beraliran blues dan soul ini memulai karir sebagai musisi jalanan di kota Berlin, Jerman. Dari mengamen ini pula dia dapat berkenelan dengan sejumlah musisi dan produser. Setelah mengeluarkan album bertitle “Why don’t We” pada 25 April 2008, ia akhirnya mendapat apresiasi positif di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.

Saya sudah tiba di pelataran Istora Senayan sekitar pukul enam sore. Muter-muter cari tempat parkir mobil yang nyaman dan aman akhirnya kena pada posisi yang ada calo parkir-nya, lumayan… dua puluh ribu melayang, hehe. Saya menunggu di pelataran luar gedung, belum bisa masuk karena tiket dipegang oleh istri yang masih terjebak kemacetan. Pada jam tersebut pintu masuk sudah mulai dibuka, namun suasana penonton yang hadir belum terlalu ramai, mungkin kasusnya sama seperti istri saya…terjebak kemacetan… ditambah hujan mulai mengguyur pelataran senayan…padanan kondisi yang sempurna….:-)

Sekitar pukul tujuh malam istri saya tiba, kami pun menuju tempat penukaran tiket untuk mendapatkan tiket yang asli. Setelah itu saya coba mendaftar di tempat khusus media dan fotografer, dengan menunjukkan ID Stage Photography Indonesia. Sayangnya tidak bisa, mengingat media dan fotografer yang meliput dari depan dibatasi jumlahnya dan harus melakukan konfirmasi sebelumnya. Namun jika saya mau saya masih diijinkan untuk meliput dari depan tapi hanya dari samping dekat layar lebar dan saya juga diijinkan untuk ikut dalam jumpa pers yang akan di gelar setelah konser. Atas semua itu, saya ucapkan terima kasih.

Kami melewati pemeriksaan di pos pertama, masuk dan membeli makan lalu mengantri di pos penjagaan kedua. Karena tadi dari tempat pendaftaran media, sampai saya lupa merapikan kamera lagi. Disini saya lupa jika penonton biasa dilarang membawa kamera. Di pos penjagaan kedua ini saya diminta meninggalkan kamera oleh petugas. Saya bilang oke untuk menitipkan ke beliau dengan gurantee nanti selepas konser beliau mudah saya temui. Rupanya si petugas tersebut keberatan untuk dititipin kamera.

Saya tanya apakah ada bagian khusus untuk menitipkan kamera, si petugas jawab tidak tersedia. Karena saya mencoba menghargai tugas dan tanggung jawab dia, saya belum bilang kalau saya bagian dari media. Terus saya tanya solusinya ke itu petugas, dia malah bingung. Wah, ini bakal panjang pikir saya, ya sudah… akhirnya saya bilang sama itu petugas bahwa saya bagian dari media, saya ceritakan proses yang tadi saya lalui dan sekalian tunjukkan ID Card ke dia, meskipun masih ragu akhirnya beliau meloloskan saya masuk….🙂

Dari jam delapan yang direncanakan, konser baru dimulai sekitar pukul setengah sembilan malam. Acara dimulai dengan pembacaan narasi dari belakang panggung. “Ini kisah negeri kaya raya, negeri indah dan makmur tapi rakyatnya hidup dalam kegalauan” kata seseorang yang membacakan narasi disambut sorai penonton. Kemudian ditampilkan satu persatu sketsa dari personil Trio Lestari. Glenn sendiri dikiaskan sebagai “Pendekar Galau Merana”, adapun Tompi disebut sebagai “Tabib Permak Bodi”, sementara Shandy Sandoro dikiaskan sebagai “Pengembara Tanpa Tujuan”.

IMG_1533-1

IMG_1534-1

IMG_1536-1

Di bagian pembukaan ini penonton dibuat heran. Secara mengejutkan, muncul sosok Farhat Abbas melalui video sebagai pembuka. Saya juga bingung,apa hubungannya si Farhat dengan konser ini. Pengacara muda yang belakangan suka mengundang kontroversi ini muncul untuk membacakan sebuah pengumuman. Secara spontan ribuan penonton yang hadir langsung menyoraki Farhat seolah tidak terima ia hadir disana. Dalam video tersebut, Farhat mengalungkan sarung tinju, hal tersebut rupanya mampu memancing tawa ribuan penonton yang hadir. Farhat juga sedikit menyinggung batalnya pertandingan tinju antara dirinya dengan Al dan El putra Ahmad Dhani dikarenakan tidak mendapatkan izin dari Pertina.

Setelah beberapa menit penonton dikocok perutnya oleh tayangan video Farhat Abbas, akhirnya bintang utama yang ditunggu pun muncul. Dengan memakai kemeja putih, jas hitam dan mengenakan topi, Glenn, Tompi, dan Sandhy Sandhoro muncul dari pinggir panggung diiringi oleh penari latar yang tentunya disambut meriah penonton. Pertunjukkan pun dibuka dengan medley lagu-lagu klasik “Lenggak-lenggok Jakarta” dan “Marilah Kemari”, suasana pun mulai terasa hangat karena trio ini mengemas penampilan mereka sesekali dengan gerakan lucu.

IMG_1554-2

Seperti yang mereka lansir saat jumpa pers beberapa hari sebelumnya, pada konser ini, Trio Lestari tidak hanya sekedar bernyanyi, permainan parodi yang jenaka juga akan mereka tampilkan. Tata panggung yang disuguhkan juga terlihat unik, konsep broadway dengan miniatur gedung-gedung dan patung yang menyerupai patung pancoran sungguh menarik.

IMG_1545-1

Setelah suguhan pembuka, tampak Tompi menunjukkan aksinya membawakan lagu “Sedari Dulu”. Setelah itu, giliran Sandy Sandhoro membawakan “Dariku Untukmu” dengan gitar akustiknya. Nuansa jazzy sangat terasa dan Sandy memang selalu identik dengan gitarnya jika tampil. Suasana mulai terasa santai saat Glenn memainkan nada-nada lagu “Tega” sambil bermain piano. Suasana begitu sahdu dan penonton seolah terhanyut dengan suasana tersebut. Tapi apa yang terjadi kemudian, tawa penonton pecah begitu Glenn berdiri untuk menyapa. Rupanya Glenn hanya mengenakan celana pendek, hahahaha.

IMG_1557-2

IMG_1564-2

IMG_1570-2

Setelahnya, Tompi kembali menunjukkan aksinya dengan menyanyikan lagu “Cinta Yang Ku Cari” dan “Salahkah”, Di sini Tompi menunjukkan talentanya yaitu dari cengkok yang keluar dari pita suaranya. Cengkoknya ini bisa meliuk-liuk dan mampu menghipnotis penonton. Glenn tidak mau kalah, ia menyanyikan lagu milik Sandhy, “Tak Pernah Padam”, sedangkan Sandhy menyanyikan lagu milik Tompi, “Bukan Pacarmu”. Sejurus kemudian, Glenn menyanyikan “Sekali Ini Saja”,  Sedangkan Sandhy membawakan “Anak Jalanan”. Begitulah mereka mencoba membuat cerita lain dari konser malam itu.

IMG_1578-1

IMG_1653-1

IMG_1588-1

Tata lampu yang ciamik dipadukan permainan warna serta celetukan jenaka tiga personil trio lestari ini membuat penonton begitu menikmati pertunjukkan. Suasana romantis kembali dirasakan saat Tompi membawakan “Selalu Denganmu”, di lagu ini para penonton mengangkat ponselnya ke udara. Cahaya dari layar ponsel seperti cahaya kunang-kunang yang menerangi alam ketika gelap. Begitu romantis.

IMG_1598-1

Pertunjukkan terus berlanjut, kali ini giliran Glenn menjadi bahan ejekan dari Tompi, suasana tampak riuh ketika Tompi melempar ejekan terkait percintaan Glenn dengan Dewi Sandra yang kandas. Berikutnya, lagu “Beautiful” dari Chery Belle dibawakan ketiga penyanyi ini dengan gaya koreo yang jenaka dan terlihat sedikit konyol. Sontak penonton kembali tertawa dibuatnya.

IMG_1610-1

Selanjutnya Glenn membuat kejutan dengan menampilkan bintang tamu Gita Wiryawan yang dinobatkan menjadi pemain keyboard dari lagu yang dinyanyikannya. Tadi begitu Farhat muncul saya bertanya apa hubungannya dengan konser ini. Sekarang kemunculan Gita Wiryawan juga membuat saya bingung. Tapi anyway, show must go on… peduli amat dengan segala maksud yang akan diusung. Yang pasti penampilan duet Glenn dan Gita Wiryawan dari sudut kacamata pertunjukkan cukup sukses.

IMG_1618-1

IMG_1631-1

Masih banyak kejenakaan dan kekonyolan yang disuguhkan oleh trio ini. Jika ditotal, kurang lebih tiga puluh lagu yang dinyanyikan selama tiga setengah jam tanpa jeda panjang. Mereka juga tampil memikat saat berkolaborasi bersama Igor “Saykoji” dan ketika lagu Coboy Junior berjudul “Eeaaa” dinyanyikan.

Trio Lestari menutup konser musikal mereka dengan lagu “Bento”, “Kisah Romantis” dan “Malam Biru”. Saya sendiri tadinya berpikiran bahwa karena temanya musikal ini konser bakal membosankan. Ternyata saya salah, karena kenyataannya saya bisa menikmatinya juga.

IMG_1662-1

Tapi sedikit yang menjadi kritikan yang dilontarkan beberapa penonton di kiri kanan saya juga. Sikap over para petugas keamanan yang bertugas mengawasi penonton, khususnya bagi penonton yang ketahuan mengambil foto dan merekam jalanannya konser. Mereka sebenarnya tidak salah karena menjalankan tugas yang diamanatkan. Tapi rupanya sedikit dinilai over oleh penonton karena berdiri menghalangi pandangan penonton ke panggung utama. Beberapa penonton di sebelah saya sampai berteriak berkali-kali mengingatkan si petugasnya. Ya itu sudah menjadi bagian dari sebuah konser. Tapi secara keseluruhan Trio Lestari berhasil menggebrak Istora Senayan malam itu.

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: