Concert Review

Jakarta Rockulture 2017: The Headbanger Years!

GO-STAGE.com – Jakarta Rockulture 2017, festival musik yang membawa para pengunjung ke era sejarah musik rock, akhirnya digelar. Event yang dipromotori Sacca Production bekerjasama dengan Rockultura sukses diselenggarakan pada 1 April 2017 bertempat di Kuningan City Mall, Jakarta.

Dengan mengusung tema The Headbanger Years, Jakarta Rockulture 2017 diramaikan oleh 10 band cadas tanah air, Cosmic Vortex, Getah, Divine, Arrowguns, Deadsquad, Oracle, Seven Years Later, NOXA, Koil, dan Seringai.

Event ini dibuka oleh penampilan dari Cosmic Vortex.  Group band yang mengusung genre musik grindcore ini menghentakkan panggung Jakarta Rockulture tanpa basa basi. Nuansa cadas yang diawali oleh Cosmic Vortex dilanjutkan oleh penampil-penampil berikutnya, Getah, Divine, Deadsquad, Oracle, Noxa, Koil dan yang lainnya. Namun sebelumnya, penonton disuguhi permainan irama musik dari DJ Demon Throoper.

Dalam Jakarta Rockulture 2017 kali ini, disamping membawakan lagu sendiri, beberapa band mencoba mengusung lagu-lagu dari band cadas luar bahkan berpenampilan sangat mirip dengan band yang mereka idolakan. Salah satu band yang menyajikan penampilan yang sangat mirip dengan band yang diusungnya adalah Arrowguns. Group band yang satu ini disebut sebagai replika dari Guns N Roses.

Sore itu Arrowguns tampil dengan begitu baik dan menjiwai. Tidak hanya lagu-lagu dari Guns N Roses saja, tapi penampilan (kostum) dan gaya yang mereka bawakan dibuat serupa dengan masing-masing personil dari Guns N Roses. Bahkan beberapa atribut kecil seperti kaca mata, ikat kepala, rambut keritingnya Slash juga menjadi hiasan detail yang dipakai dan sangat diperhatikan oleh personil band ini. Disamping penjiwaan, penampilan mereka juga sangat menghibur dan sekaligus membawa penonton bernostalgia dengan lagu-lagu hitsnya Guns N Roses.  Beberapa kali kesempatan McAxl sang vokalis menyampaikan celotehan-celotehan dalam bahasa Inggris dan mengikuti gaya bicara dari vokalis asli Guns N Roses, Axl Roses. Aksi kocak sang vokalis ini disambut dengan tawa penonton.

Lain cerita dengan Oracle, malam itu band yang satu ini tampil dengan membawakan lagu-lagu thrash metal dari group band Metallica. Berturut-turut mereka membawakan lagu ‘Blackened’, ‘Trapped Under Ice’, ‘And Justice For All’, ‘Battery’, ‘Ride the Lighting’, ‘Master of Puppets’, dan ditutup dengan lagu ‘Seek and Destroy.

Selepas jeda maghrib, panggung Jakarta Rockulture 2017 semakin menyentak dengan penampilan Sleep/Knot. Mereka tampil melakukan tribute untuk genre musik Nu Metal. Sleep/Knot bukan-lah sebuah band yang serius “nge-band”. Namun mereka tampil secara total dan Jakarta Rockulture menjadi panggung pertama penampilan mereka. Sesuai dengan kemiripan nama, malam itu Sleep/Knot mempersembahkan penampilan mereka untuk Slipknot.

Kemudian ada juga Seven Years Later. Band yang dimotori Doddy Katamsi dan Rino Casmir pada vokal, Tony Roxx (Bass), Dandi Duy (Drums), Denny Irenk Andromeda (Keyboard), serta Alif D’Kill dan Ade F Virguna (Guitar) malam itu tampil dengan membawakan lagu-lagu heavy metal milik group Iron Maiden. Setidaknya ada sepuluh lagu yang mereka bawakan, dibuka dengan ‘Aces High’, ‘Two Minutes To Midnight’, ‘Wasted Years’, ‘Revelations’, ‘Power Slave’, ‘Tear of the Dark’, ‘Hallowed Be The Name’, dan ditutup dengan cadas lewat tembang ‘The Troopers’.

Seringai menjadi band penutup pada perhelatan Jakarta Rockulture 2017. Seringai adalah salah satu band heavy metal tanah air yang mempunyai basis penggemar yang banyak. Malam itu Seringai membawakan lagu-lagu andalannya, empat lagu diawal ‘Canis Dirus’, ‘Berhenti Di 15’, ‘Akselerasi Maksimum’, dan ‘Tragedi’ berhasil membakar semangat para Serigala Militan (sebutan untuk fans Seringai) yang hadir. Begitu juga lagu berikutnya ‘Amplifier’, ‘Persetan’, dan ‘Serigala Militan’ tak henti-henti membuat para fans mereka melakukan mosing.

Setidaknya dua belas lagu yang dibawakan Seringai malam itu. Pada urutan berikutnya giliran lagu ‘Program Party Seringai’, ‘Mengadili Persepsi’, ‘Kilometer Terakhir’, dan ‘Di Larang Di Bandung’. Seringai menyudahi penampilan mereka dan sekaligus menjadi pengakhir acara Jakarta Rockulture 2017 dengan lagu ‘Ace of Spades’.

Selain menampilkan pentunjukan musik, Jakarta Rockulture 2017 juga menyediakan bazaar yang menjual barang-barang yang tentunya berhubungan seputar rock dan metal, diantaranya adalah CD atau merchandise band rock dan metal, mainan-mainan, pajangan, poster, foto dan benda-benda menarik lainnya. Tak hanya itu, pada Jakarta Rockulture 2017 ini disela-sela penampilan band panitia mengadakan lelang berbagai merchandise band ternama, seperti helm, sepatu dan kemeja Slayer, handuk Metallica, miniatur boneka group band Kiss, serta masih banyak lagi.

Meskipun berbau rock dan metal penuh dengan hingar bingar, namun secara keseluruhan penyelenggaraan Jakarta Rockulture 2017 berjalan aman dari awal sampai dengan akhir acara. Mungkin perlu ditingkatkan untuk penyelenggaraan ke depan adalah dari aspek tata cahaya (lighting), selebihnya sudah baik.

Photo by Zasmi Arel

Advertisements

About Admin

Music, Event, Traveling & Lifestyle News and Photography

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: