Concerts Review

45 Tahun Berkiprah God Bless Disebut Sebagai Indonesian Living Legend Rock Band

GO-STAGE.com – Dalam rangka merayakan 45 tahun berkiprah di belantika musik tanah air, group band rock lawas tanah air, God Bless menggelar konser bertajuk 45 God Bless Anniversary eConcert, pada 3 dan 4 November 2018 bertempat di Auditorium Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Pada gelaran hari kedua konser dipandu oleh dua personil dari band Padi Reborn, Fadly dan Piyu. Malam itu, konser yang diselenggarakan oleh MD Media ini diawali dengan pemutaran video singkat tentang perjalanan God Bless.

God Bless pertama kali manggung di tahun 1973. Hal ini membuat God Bless sebagai group rock yang melesat bagai meteor dan menyisihkan group rock yang banyak bertebaran di cakrawala musik rock Indonesia pada dasawarsa 70-an. Kehebatan penampilan God Bless dilanjutkan dengan diundangnya Ahmad Albar dkk di pesta musik Summer 28 pada tanggal 18 Agustus 1973 di Interchange Studio Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tragisnya pada Selasa sore, 9 Juli 1974 Soman Lubis (keyboard) yang berusia 24 tahun dan Fuad Hassan (drum) tutup usia akibat kecelakaan lalu lintas di Tugu Pancoran. Kejadian tragis itu menyisakan duka yang mendalam pada masing-masing personil God Bless.

Hanya berselang dua tahun, God Bless telah dinobatkan menjadi group rock nomor satu di Indonesia oleh Majalah Aktuil, sebuah majalah musik paling bergengsi dan sempat disebut sebagai kitab suci oleh remaja pada era tahun 70-an. Dari predikat yang diberikan oleh Majalah Aktuil tersebut God Bless diberi kepercayaan untuk mendampingi pagelaran rocker asal Inggris Suzi Quatro di Balai Sidang Senayan pada tanggal 15 dan 16 November 1975. Disusul dengan membuka pagelaran super group dunia Deep Purple pada tanggal 4 dan 5 Desember 1975 di Stadion Gelora Bung Karno.

Ahmad Albar dan Donny Fattah memutuskan untuk mengundang Nasution Bersaudara untuk bergabung bersama God Bless. Namun formasi ini tidak bertahan lama, Yockie Suryo Prayogo kembali dan mengajak Ian Antono dan Teddy Sujaya untuk bergabung memperkuat God Bless pada posisi gitar dan drum. Formasi ini sempat tampil pada pagelaran musik di Taman Ismail Marzuki pada tanggal 24 dan 25 Mei 1975. Tidak berhenti sampai disitu, penampilan God Bless kembali mendapatkan sambutan di ajang Kemarau 1975 di lapangan belakang Gedung Sate Kota Bandung.

Tahun 1976 God Bless masuk studio rekaman Tri Angkasa dan menelorkan album perdana mereka “Huma Di Atas Bukit”. Tahun 1980 dengan formasi Ahmad Albar, Donny Fattah, Ian Antono, Teddy Sujaya dan Abadi Soesman, God Bless merilis album kedua mereka “Cermin”, sebuah album yang menjadi pembuktian God Bless kepada masyarakat bahwa mereka mampu menghasilkan sederatan lagu yang berkualitas. Seiring waktu berjalan album Cermin telah menjadi sebuah masterpeace yang paling dicari oleh semua pendengar musik rock di Indonesia.

Tahun 1988 God Bless kembali ke formasi album pertama dan merampungkan album “Semut Hitam”. Hanya dalam sekejap album ini terjual hingga 500 ribu keping dan menjadi album yang paling laris di pasar. Pada tahun 1989 Ian Antono mengundurkan diri dari formasi God Bless dan digantikan oleh Eet Sjahranie. Formasi ini sempat menyelesaikan album “Raksasa”.

Delapan tahun kemudian, tepatnya tahun 1997, God Bless merilis album “Apa Kabar” dengan formasi dua gitaris Ian Antono dan Eet Sjahranie. Tahun 2009 God Bless mempersembahkan albumnya yang keenam, album “36 Tahun”, dengan formasi Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Abadi Soesman dan Yaya Moektio. Di tahun yang sama mendapatkan Lifetime Achievement Award pada Anugerah Musik Indonesia.

Tahun 2016 God Bless merilis album yang ketujuh yang diberi judul “Cermin Tujuh” dengan mendaur ulang lagu lagu dari album Cermin tahun 1980 dengan aransemen baru dan bonus tiga lagu baru. Album ini dirilis dengan format double CD dan double video. Formasi pada album ketujuh ini sama dengan formasi pada album Cermin 1980, hanya saja Teddy Sujaya digantikan oleh Fajar Satritama. Dengan kiprahnya yang nyaris tanpa jeda sejak tahun 1973 pada usianya yang ke-45 saat ini, tepat sekali jika dikatakan God Bless adalah Indonesian Living Legend Rock Band.

God Bless membuka konser dengan lagu Bagimu Negeri (Padamu Negeri) lewat permainan instrumental dari sang gitaris Ian Antono, bassist Donny Fattah, keyboardist Abadi Soesman dan drummer Fajar Satritama. Usai lagu Bagimu Negeri, vokalis God Bless Ahmad Albar turut bergabung ke atas panggung dan membawakan lagu pertama mereka “Bla Bla Bla”.

Ahmad Albar dan kawan-kawan lanjut membawakan lagu “Kehidupan” di hadapan ratusan penonton yang memadati ruang Auditorium Telkom Landmark Tower. Sejak lagu pertama tadi, penonton yang bisa dikatakan penggemar God Bless ini pun turut menyanyikan lagu karya almarhum Yockie Suryo Prayogo tersebut.

Setelah dua lagu pembuka tersebut, Ahmad Albar yang akrab disapa Iyek ini menyapa penonton. “Senang sekali bisa berjumpa dengan Anda kembali di saat-saat hari tua,”. Sapaannya tersebut disambut gelak tawa penonton. Ahmad Albar berharap konser di malam kedua ini dapat semakin mendekatkan God Bless dengan para penggemar mereka dan dapat menjadi hiburan yang menyenangkan bagi para penonton. “Semoga malam ini menjadi satu hiburan yang menyenangkan untuk Anda,”

Setelah menyapa rama penonton God Bless kembali membakar suasana malam itu dengan rangkaian hit mereka yang sudah tidak asing terdengar seperti “Menjilat Matahari”, “Selamat Pagi Indonesia”, dan “Cermin”.

Pada bagian tengah konser Ahmad Albar, Ian Antono dan Donny Fattah membawakan empat lagu dalam alunan musik akustik “Huma di Atas Bukit”, “Balada Seribu Wajah”, “Syair Kehidupan”, dan Panggung Sandiwara“.

Permainan gitar yang apik dari Ian Antono dan suara khas Ahmad Albar ditambah backing vocal Donny Fattah dan penonton yang ikut bernyanyi membuat empat lagu ini terdengar begitu syahdu. Lagu “Semut Hitam” dan “Bis Kota” juga tak ketinggalan dibawakan.

Pada segmen akhir Fadly dan Piyu menanyakan rahasia sukses berkarier selama 45 tahun God Bless. Menjawab pertanyaan tersebut Ahmad Albar mengatakan kuncinya adalah rasa saling toleransi sesama pemain, dan saling menghargai. Dan konser malam itu ditutup dengan gempita melalui kolaborasi antara God Bless dengan Fadly dan Piyu lewat lagu “Rumah Kita”.

Photo by: Zasmi Arel


Advertisements

About Admin

Music, Event, Traveling & Lifestyle News and Photography

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: