Edisi Umum

Akhir Cerita Polemik Seputar Menculik Miyabi

MO-3GOSTAGE.com – “Yaaaaa….. Miyabi gak jadi datang deh”, itulah komentar singkat seorang teman begitu membaca berita di koran. Lalu secara reflek teman yang lain menimpali..”So whaaaat gitu lhooo, emang ada pengaruhnya buat lu?… “Benar juga sih, memang ada pengaruhnya buat gue ya antara jadi atau tidaknya itu Miyabi datang ke Indonesia?”, lanjut si teman yang pertama.

Seperti yang dilansir di beberapa media, Maria Ozawa atau Miyabi rencananya akan datang ke Indonesia tanggal 14 Oktober 2009. Ia akan menetap di Indonesia sekitar seminggu untuk melaksanakan pengambilan adegan dari film yang akan dibintanginya “Menculik Miyabi”. Dan sebagaimana yang sudah diprediksi dari awal, rencana kedatangan dan juga keterlibatan Miyabi dalam film produksi dan rencananya diproduksi di Indonesia ini menimbulkan kontroversi yang berkepanjangan. Tentunya ada yang menolak, menerima dan ada pula yang bersifat netral dalam menyikapi masalah ini.

Siapa saja yang menolak kedatangan ataupun keberadaaan sosok Miyabi ini. Sebut saja dari kalangan ulama dan organisasi keagamaan serta partai. Ustadz Yusuf Manshur, disamping memang sudah tidak setuju dari awal beliau juga menyatakan bahwa akan memberikan siraman rohani kepada Miyabi untuk bertobat. Kemudian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga angkat bicara dan menyatakan penolakannya terhadap rencana kedatangan Miyabi ini. Penolakan pihak MUI ini juga diamini oleh Partai Keadilan Sosial (PKS). Melalui juru bicaranya partai ini berpendapat bahwa manfaatnya sangat kecil dan lebih banyak mudaratnya. Imejnya sebagai bintang porno jelas menimbulkan kontroversi dan mendatangkannya tidak memberikan pencerahan.

Tolak Miyabi juga dilakukan oleh kalangan mahasiswa. Entah ini karena ikut-ikutan atau memang menyuarakan suara hati, setidaknya itulah yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) STAIN Kudus. Mereka membentangkan berbagai poster dan melakukan orasi mengelilingi kampus. Dalam satu orasinya mereka mengatakan bahwa Miyabi memang cantik, tapi menyesatkan. Sebagai wujud dari penolakan mereka juga melakukan aksi pembakaran Bra dan celana dalam wanita. Dan yang paling keras adalah penolakan dari organisasi Front Pembela Islam (FPI), mereka bahkan menggelar demo ke kantor rumah produksi Maxima Pictures selaku pihak yang nantinya akan memproduksi film tersebut.

Lalu siapa saja yang menerima kedatangan Miyabi ini. Mungkin yang pertama adalah pastilah para peselancar dunia maya yang senang dan mengidolakan sosok Miyabi. Meskipun penerimaan kelompok ini tidak bisa terbuktikan, kecintaan ataupun kesukaan atas adegan-adegan yang dipertunjukkan dalam film yang dibintangi Miyabi tidak dapat memungkiri kondisi ini. Kemudian juga kalangan pelaku dunia hiburan sendiri. Meskipun ada juga yang menolak, namun banyak juga yang menyarankan untuk melihat kedatangan Miyabi ini tidak melulu dari aspek pornografinya. Harus dilihat juga aspek sinematografinya. Mengapa harus diskriminatif? Toh secara dasar sama saja bahwa Miyabi adalah seorang artis dan layak mendapatkan pengakuan sebagai artis yang profesional.

Beberapa aktor yang suka dan pernah menonton filmnya sangat  mendukung kedatangannya dan bahkan sangat mengharapkan bisa menjadi lawan mainnya dalam film tersebut. Sang sutradara pun mengakui sendiri bahwa beberapa aktor dan juga artis menghubunginya untuk bisa dilibatkan dalam film tersebut, meskipun tanpa bayaran.

Diantara kedua kelompok diatas, tentunya ada juga yang bersifat netral, artinya menerima dengan syarat. Sebut saja Menteri Agama. Pada sebuah kesempatan beliau menyatakan bahwa tidak ada larangan bagi Miyabi untuk datang. Silahkan Miyabi datang ke Indonesia, asalkan tidak melanggar Undang Undang dan ada satu syarat lagi yaitu asalkan tidak porno. Begitu juga dengan pendapat yang disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika. Beliau mengatakan bahwa kedatangan Maria Ozawa (Miyabi) ke Indonesia secara legal tidak dilarang, tapi secara etika moral banyak pihak yang mempertentangkan. Namun demikian beliau mengatakan lebih lanjut, meskipun kedatangan Miyabi ke Indonesia tidak melakukan kegiatan yang bersifat porno, tetap dihimbau kepada pihak terkait untuk menghindari kegiatan yang menimbulkan kontroversi.

Lalu bagaimana puncak dari kontroversi Miyabi ini? Raditya Dika, yang diketahui dari awal dinobatkan sebagai penulis skenario dan sekaligus juga dikabarkan akan membintangi film ‘Menculik Miyabi’ ternyata mengaku mengundurkan diri sebagai pemain dan juga penulis skenario dari film tersebut. Ia khawatir pandangan pembaca buku dan ceritanya yang sebagian besar masih mencakup segmen pelajar SMP dan SMP menjadi negatif. Dan yang lebih jauh lagi, ia tidak mau dirinya nanti dikait-kaitkan dengan imej seorang Miyabi. Adapun untuk penulisnya, ia mengatakan sudah diambil alih orang lain yang kebetulan nama depannya sama dengan dia, yaitu Raditya Mangunsong.

Dan akhirnya sampai batas waktu dan tanggal yang direncanakan pihak produser film telah mengumumkan pembatalan mendatangkan Miyabi ke Indonesia untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil setelah mendengarkan saran akhir dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia yang secara khusus memanggil pihak produser dalam rangka membicarakan persoalan Miyabi ini. Pertimbangan untuk menghindari kontroversi yang berkembang di masyarakat adalah alasan utama mengapa akhirnya mereka membatalkan menghadirkan Miyabi.

Namun demikian, walaupun batal datang ke Indonesia, rencana pembuatan film ini akan terus dilaksanakan dan Miyabi akan tetap sebagai bintang utamanya. Hanya saja pihak produser sedang melakukan perencanaan ulang tentang lokasi shooting. Bisa saja nanti Miyabi tetap datang untuk melakukan shooting di Indonesia, tapi kemungkinan kedatangannya ini nantinya akan dirahasiakan. Semua itu tentunya masih menjadi bahan pemikiran bagi mereka. Yang pasti saat ini mereka mencoba menghargai pendapat yang berkembang di masyarakat.

Mengikuti berita dan polemik mengenai Miyabi ini, saya kemudian berpikir, sebegitu dahsyatnya magnet sensasional yang dipantulkan oleh seorang Miyabi. Bahkan pemerintah pun angkat bicara. Semua kelompok menganggap komentarnya yang paling benar dan dengan dasar opini yang dianggap juga paling benar. Seperti yang saya ulas sebelumnya, faktor imej dia sebagai bintang porno menjadi hal utama yang kemudian diangkat sebagai bahan bahasan dan ulasan. Sekali lagi, mungkin kalau pemeran utamanya seorang Maria Ozawa yang “bukan bintang porno”, rasanya ceritanya akan lain.

Kita juga mengetahui, bahwa disaat polemik Miyabi ini meramaikan dunia hiburan dan masyarakat Indonesia, seorang Julia Robert juga sedang mempersiapkan pengambilan adegan di Pulau Dewata (Bali) untuk film “Eat, Pray, Love”. Dalam film ini diceritakan bahwa Julia Robert yang sedang mencari jati diri akhirnya menemukan Bali sebagai tempat di mana ia mendapat kedamaian secara spiritual setelah dapat kenikmatan duniawi di Italia. Dalam cerita ini, Bali diangkat aspek religiusnya, sehingga terangkat martabatnya secara anggun, dan tidak dilihat dari aspek naluriah mentah. Apapun judul filmnya toh karena Julia Robert notabene dikenal khalayak bukan sebagai bintang porno berita tentang rencananya ini tidak seramai berita tentang Miyabi.

Satu hal yang kemudian terlupakan namun pada akhirnya menjadi dasar dalam memandang suatu pertentangan seperti halnya kasus Miyabi ini adalah bahwa ditengah dahsyatnya perkembangan zaman dan arus informasi dalam naungan pengaruh globalisasi yang sangat amat besar, ternyata adat ketimuran yang utamanya mengedepankan aspek etika, moral dan agama serta menjadi citra bangsa masih menjadi pegangan dan dipertahankan.

Semoga saja penjelasan lanjutan dari pihak produser bahwa pembuatan film ini akan terus dilanjutkan dengan semua rencana yang sedang dipikirkan tidak akan menimbulkan polemik lanjutan. Jaya terus perfilman Indonesia.

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

13 thoughts on “Akhir Cerita Polemik Seputar Menculik Miyabi

  1. kalo saya mas,sebenernya kecewa miyabi ga dateng…hehehe
    tapi ya udah lah..kayaknya kepaksa saya yang harus ke jepang..semoga..amin…hehe

    Posted by frezyprimaardi | 14 October 2009, 11:15 pm
    • “itu pertanda mas masih normal…gejolak kaula muda gitu lhooo…hehehe, kalo saya belon kuat ke jepung mas… duite dan tujuannya belon jelas mau ngapain, entar malah kalo saya ke jepang dibalas sama orang jepang… bangsa ente uda nolak Miyabi gw…ngapain ente datang-datang ke sini…hahaha (guyon ah…)……mending kalo mau ngerasain ke jepang sementara ini kuatnya ke restoran jepang aja kali yak……”

      Posted by zasmiarel | 15 October 2009, 8:36 am
  2. Kalao orang jepang berbudaya, kenapa kita nggak,kita sendiri salut dg pakaian budaya ala jepang yg sopan,dan indoneasia jg tdk ketinggalan jg loh.jd klw budaya jepang tercemari oleh perilaku rakyatnya,mengapa kita tidak.krn menurut sy tdklah semua org jepang itu kotor.jd ,kdtangn miyabi kejakrta,itu adalah hal yg wajar saja,sekali lg yg bikin kecewa msyarakat kita ya itu td STATUSNYA SIMIYABI itu.barang kali ada monopoli dibalik itu,ya kan nggak mas!makanya produser maxime mau menanda tangani kontrak kedatangan MIYABI.ujung2nya itu produser dpt jatah BEGADANG ama MIYABI.

    Posted by Derysco | 15 October 2009, 9:13 pm
    • tapi pakaian jepang moderen sekarang ini sudah pada miskin.udh bnyk yg sobex,menurut dia yg soibexlah yg funky,sehingga bnyk pula wanitanya pada sobexx kelamin.padahal wanita coantik amat

      Posted by Derysco | 15 October 2009, 9:37 pm
    • tapi pakaian jepang moderen sekarang ini sudah pada miskin.udh bnyk yg sobex,menurut dia yg soibexlah yg funky,sehingga bnyk pula wanitanya pada sobexx kelamin.padahal wanitanya coantik amat

      Posted by Derysco | 15 October 2009, 9:37 pm
    • “menurut saya itu lah kondisinya mas… sebenarnya kalo kita pikir dgn akal realistis apa sih hebatnya seorang Miyabi? dari aspek kecantikan kyknya masih banyak yg lebih cantik dia….nah… masalah utamanya ya benar kata mas… persoalan status dan imej….hehe…”

      Posted by zasmiarel | 16 October 2009, 9:15 am
  3. Jujur saja mas, kalau menurut saya adat ketimuran cuma ada dalam wacana saja. Pada kenyataannya miyabi sangat terkenal di indonesia, bahkan ustad2 dan pemuka agama pun mengenal miyabi sebagai bintang porno ( entah pernah buktiin sendiri atau cuman KATA ORANG ). Adat ketimuran cuman wacana belaka. Cara berpakaian, cara bertutur kata sudah gak karu2an. Bahkan menari dan berpakaian seksi ala dangdutan sudah menjadi hal biasa sekarang.

    Posted by Nanda | 16 October 2009, 7:22 am
    • “Pendapat kamu ada sisi benarnya… persoalan yg ada di dalam kubu bangsa kita sendiri banyak juga yg lebih dari seorang Miyabi… bahkan imej sosok-sosok yg ada di negeri kita bisa saja ada yg melebihi imej sosok Miyabi….ya itu lah…susahnya disitu itu….:-)…… Biar pun wacana tapi tetap dijadikan senjata toh…hihi….”

      Posted by zasmiarel | 16 October 2009, 9:21 am
    • Adat ketimuran cuman wacana belaka. Cara berpakaian, cara bertutur kata sudah gak karu2an. Bahkan menari dan berpakaian seksi ala dangdutan sudah menjadi hal biasa sekarang.

      I beg to differ.
      Sebenarnya, orang yang jauh beradab dan sopan itu lebih banyak kok daripada yang tidak. Cuma orang yang berpakaian seksi dan bertutur kata ngawur kan lebih eksis jalan-jalan di mall daripada yang nggak. Berpakaian seksi sebagai hal biasa itu cuma keyakinan yang dianut orang-orang sok modern saja. Di Indonesia hal itu masih banyak dianggap memalukan kok.

      Posted by Mitsu | 16 October 2009, 9:55 pm
  4. Habis gimana lagi mas,mau dibiarin’ orang2 pada ketajiran ama miyabi,dan pingn liat langsung wajah nyata dia sembari berkata Ckckckck.Mau kita hentikan,takutnya nanti negara kita yg mayoritasnya muslim akan tercemar oleh sisi buruknya miyabi.Toh klw memang niatnya baik,ya nggk apa apa kan mas.@Katanya orang muslim kok tingkat Su uzonnya tinggi amat tanpa harus berkaca dulu. Sebenarnya yg pengacau atw yg bikin kacau siapa sih mas?

    Posted by Derysco | 18 October 2009, 2:48 am
    • “Hehe…seperti yg saya lansir diatas…sebenarnya gak ada yg salah dgn kedatangan seseorang ke negare kite…iya tooh… siapapun dgn gampang bisa datang…mulai dari org baik-baik pe org yang ketika melewati x-ray ketangkep punya niatan gak baik…. Miyabi… laki-laki berpikian normal yg mana yg gak ke-sengsem melihatnya, dia gak punya maksud buruk, dia hanya cuma ingin shooting film…. julia roberts… sama… bahkan skrg dia sdh ada di Bali utk pengambilan adegan pe 11 Nov mendatang….dan jalannya fine-fine aja bahkan mendapatkan tanggapan positif…. nah, yg saya amati..lagi2 masalahnya kembali ke imej bro…. Coba kalo yg datang seorang Maria Ozawa dgn titel bukan bintang porno layaknya artis biasa (meskipun artis biasa pun kita gak tau kehidupannya di negaranya sebaik or seburuk apa…)…kayaknya menurut saya polemiknya gak bakalan se-dahsyat ini….

      Posted by zasmiarel | 19 October 2009, 9:09 am
  5. Sopan di depan umum mas kalau lagi jalan kaki, tapi pas naik motor ” nguing ” gak perduli kakek, mas, mbak, bu, pak main tikang tikung aja.
    Semua itu cuman wacana, di bilang memalukan tapi gak di cegah malah ikut2an. Di bilang memalukan tapi kenyatannya bangga. Di bilang memalukan tapi di tonton bahkan di eluh2kan. Di bilang memalukan eh malah banyak yg kasih uang. Aukh ah semua cuman wacana. Toh mau di apain juga indonesia 10 besar pengkonsumsi bokep <— jangan lihat buku dari sampulnya, sampulnya berjudul " Saya benci pornografi " eh isinya " koleksi foto2 seksi dan super hot ". Nah lo, aukh ah gelap. Ha3x.

    Posted by Nanda | 19 October 2009, 2:02 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: