Edisi Traveling

Pos Penjagaan Menuju Kota Colombo, Sri Lanka

Penerbangan dari Soekarno Hatta International Airport, Jakarta menuju Bandaraneika International Airport, Katuyanake, Colombo berjalan lancar. Bersama dengan penumpang lain, kami menuju jalur kedatangan di bandara tersebut. Kami disambut dengan alunan merdu group musik dengan lagu bernuansa hawai. Saya kurang tahu apakah itu adalah musik khas Sri Lanka atau bukan, yang pasti mata saya terus memperhatikan tanda petunjuk arah. Tujuan saya adalah bagian pos pemeriksaan imigrasi, karena saya harus mengurus visa kunjungan terlebih dahulu sebelum masuk Colombo. Berbeda dengan atasan, dia sudah diuruskan visanya di Jakarta.

Setelah mengisi formulir yang ada, saya pun menganteri di jalur pemeriksaan. Lumayan tegang juga melihat muka para petugasnya yang sedikit senyum dan lebih banyak menyelidik pada setiap penumpang yang ada di hadapannya. Tiba giliran saya. Petugas memeriksa paspor dan menatap muka saya, mungkin maksudnya untuk mencocokkan antara foto dengan orangnya. Kemudian dia membaca formulir yang saya isi untuk visa. Sekali lagi dia memandangi saya. Busyet, kenapa jadi tegang begini ya? Padahal petugas yang berada di depan saya berjenis kelamin perempuan, masih muda pula, hehehe.

Tiba-tiba dia melontarkan pertanyaan dengan intonasi datar, apa tujuan saya datang ke Sri Lanka. Saya jawab bahwa saya hanya berlibur dan berkunjung ke teman. Lalu dia balik bertanya lagi, kenapa dalam form isian saya mencontreng pada kolom tourism. Saya menjawab sekenanya, menurut saya yang cocok dengan tujuan kedatangan saya ya kolom itu. Dengan entengnya dia menunjukkan pada kolom contrengan yang tertulis holiday. Alamak! kena deh, pikir saya. Saya menyampaikan permintaan maaf dan menyakinkan bahwa saya hanya sedikit bingung membedakan pengertian kata tourism dan holiday di kolom pilihan tersebut. Dengan santainya itu petugas mencontrengkan kolom holiday pada form isian saya dan kemudian membubuhkan cap pada paspor lalu mempersilahkan saya jalan terus. Wuih!! akhirnya lolos juga.

Mungkin ini sebagai catatan, pada saat kita mengurus visa perlu diperhatikan jangan sampai salah mengisi form yang disediakan. Visa kunjungan diperuntukkan bagi para pendatang yang berkunjung dalam kurun waktu sebentar, ukurannya adalah satu bulan menetap. Sebelum berangkat ada baiknya kita mencari tahu bagaimana syarat dan tata cara pengurusan visa di negara tujuan kita. Seperti yang saya lakukan, untuk mengetahui pengurusan visa di Sri Lanka saya membuka website imigrasi Sri Lanka, kebetulan informasi tata cara pengurusan visa tersedia sangat lengkap. Ditambah lagi dengan keterangan dari kenalan saya yang bekerja di Sri Lanka tadi. Untuk kasus Sri Lanka, pengurusan visa kunjungan tidak dipungut biaya alias gratis. Nah, mengapa kemudian pencontrengan pada kolom pilihan tadi menjadi penting, karena dari situlah petugas imigrasi akan memeriksa tujuan kedatangan kita.

Lepas dari bagian pemeriksaan imigrasi, kami menuju tempat pengambilan bagasi. Alhamdulilah, semuanya komplit. Kami bergegas ke pintu keluar dan disana sudah menunggu mitra lokal kami, Mr. Ananda. Lucunya dia menemukan kami dengan cara menebak, tanpa papan nama, dan ternyata sekali tebak langsung benar. Kami pun keluar dari bandara menuju arah Kota Colombo dengan menumpang mobil Ananda. Sebelumnya tak lupa saya menukar dolar dengan mata uang Sri Lanka (Rupee).

Sebelum beranjak dari bandara, Ananda sedikit memberikan gambaran perjalanan kami. Perjalanan dari Bandara menuju hotel tempat kami menginap di Kota Colombo akan ditempuh sekitar dua jam. Dia sengaja memilihkan hotel yang dekat dengan pos pengamanan. Ananda juga menyampaikan bahwa dalam perjalanan nanti kita akan melalui beberapa pos penjagaan tentara. Wuaaaah, kok jadi serem ya. Kebayang kalau lagi non film India banyak serdadu yang membawa bedil, hehehehe. Ananda menangkap kekhawatiran kami. Dia meminta supaya kami jangan terlalu takut dan khawatir. Keberadaan dia disana sekaligus menjadi penjamin kami sebagai pendatang baru. Dia hanya meminta kami untuk menyiapkan paspor barangkali nantinya diperlukan.

Dan benar saja, baru keluar dari gerbang areal bandara, kami sudah dicegat oleh beberapa serdadu, tepatnya militer. Ananda menyuruh anaknya menepi dan membuka kaca jendela mobil. Si serdadu melongokkan pandangannya ke Ananda dan juga kepada kami, pandangan menyelidik. Terjadi dialog antara Ananda dengan serdadu tersebut. Saya tidak tahu persis apa yang mereka perbincangkan, karena memakai bahasa Sri Lanka. Ananda kemudian mengeluarkan identitas dan sambil berbicara Ananda memandang ke arah kami, seolah ingin meyakinkan sesuatu kepada si serdadu. Serdadu tersebut memeriksa kartu yang diberikan Ananda, menatap lagi ke arah kami, lalu mengembalikan kartu tersebut kembali ke Ananda. Setelah itu kami pun dipersilahkan melanjutkan perjalanan.

Ananda kemudian menjelaskan kepada kami bahwa itu tadi adalah pemeriksaan rutin yang dilakukan, khususnya bagi pendatang. Ananda juga menjelaskan apa yang tadi dia perbincangkan. Intinya dia menjelaskan identitas kami kepada si serdadu, asal kami, tujuan berkunjung, dan lokasi rencana menginap. Mendengar penjelasan Ananda tersebut, kami cuma mangguk-mangguk, antara mengerti dan sedikit tegang.

Tidak hanya sampai disitu saja, Ananda menambahkan, akan ada pos penjagaan yang akan kita lalui kembali, minimal dua lokasi lagi. Dan yang paling ketat adalah pos penjagaan ketika akan memasuki Kota Colombo. Benar saja, disini kami benar-benar dipelototin oleh serdadu yang memeriksa, lengkap dengan bedil, kumis tebal dan pakaian lorengnya. Mmm, saya lagi-lagi ingat kalau nonton film India, utamanya yang ada adegan serdadu dan tembak-tembakannya, ya seperti itulah kondisi yang saya lihat dan alami.

Ananda diminta menunjukkan surat identitas dan menjelaskan siapa kami.  Setelah semuanya beres, kami pun dipersilahkan jalan. Ananda kembali menjelaskan bahwa keberadaan para serdadu ini nantinya akan banyak kami temui di sepanjang jalan Kota Colombo. Ananda berpesan, begitu keluar dari kamar hotel, kemana pun tujuan kami, hendaknya selalu mengantongi paspor.

Ketegangan yang kami rasakan sedikit berkurang tatkala Ananda mengatakan bahwa sebentar lagi kami akan tiba di hotel tempat kami menginap, Ramada Hotel. Jam di dinding resepsionis menunjukkan Pukul 03. 30 waktu Colombo. Saya mengurus  administrasi check in, selesai proses tersebut kami berdiskusi sebentar dengan Ananda mengatur rencana selanjutnya.  Setelah itu Ananda undur diri, kami pun mengucapkan terima kasih atas jemputannya dan beranjak naik lift menuju kamar hotel.

Kami diantar oleh petugas hotel yang sekaligus membawakan tas dan barang bawaan kami. Disini ada pengalaman lucu. Seperti biasa, setelah mengantar petugas hotel tersebut tidak buru-buru beranjak. Saya tahu maksudnya, pasti dia menunggu uang tips.

Saya membuka dompet dan melihat uang rupee hasil penukaran dolar di bandara tadi. Nah disini saya bingung untuk pertama kalinya, saya tidak tahu seberapa besar nilai dari masing-masing pecahan rupee yang ada di tangan saya. Karena tidak tahu saya pun mengeluarkan lembaran 10 rupee dan memberikan kepada di petugas. Sambil tersenyum si petugas hotel menjelaskan, bahwa 10 rupee tersebut sangat kecil nilainya.

Saya masih bingung yang dimaksud dengan ukuran “kecil” disini seperti apa. Tidak mau ambil pusing, akhirnya saya keluarkan  lembaran 1 dolar.  Si petugas menjelaskan bahwa yang saya berikan kali ini lumayan. Saya baru ingat bahwa 1 dolar nilai tukarnya sama dengan sekitar 110 rupee. Kalau dibelanjakan, pecahan satu dolar tersebut bisa ditukar dengan satu gelas sedang soft drink. Saya lalu berpikir, bagaimana dengan nilai 10 rupee yang saya berikan tadi?. Mendapatkan pengalaman tersebut, saya dan atasan hanya bisa tertawa lucu. Hmm, pengalaman pertama yang mengesankan. Karena kelelahan, kami pun akhirnya menyelesaikan sesi dini hari tersebut dengan tertidur pulas.

About Zasmi Arel

Music, Event, Traveling Photographer

Discussion

5 thoughts on “Pos Penjagaan Menuju Kota Colombo, Sri Lanka

  1. woww… nice… hehe jadi tahu nihhhh

    Posted by pinaremas | 3 January 2012, 1:20 pm
  2. Salam kenal.. Thanks ya…dah share pengalaman.

    Posted by Ethy Hidayanty | 30 August 2012, 2:28 pm
  3. sekedar mampir yach… heee makasih share nya, jadi tambah wawasannya nech…

    Posted by osul | 14 September 2015, 9:41 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: